kubikel

5 Pelajaran yang Bisa Kita Ambil dari Konsep 'La Dolce Vita' Orang Italia di Dunia Kerja

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:37 WIB
Film "Eat Pray Love" yang dibintangi Julia Roberts sebagian menggambarkan bagaimana orang Italia sangat menikmati dan mensyukuri hidup. (IMDb)

PejuangKantoran.com - Kalau kamu merasa hidupmu cuma buat kerja dan kerja, mungkin kamu perlu belajar dari cara orang Italia menjalani hidup. Budaya Italia dikenal sangat menghargai waktu, dan di luar dugaan ternyata menganut slow living.

Orang Italia mengenal konsep la dolce vita (the sweet life), atau il dolce far niente (the beauty of doing nothing), dan ini bukan sekadar slogan. Mereka menjalani kehidupan sehari-hari sesaat demi sesaat, untuk dinikmati dan dihargai dengan sikap bersyukur.

Nah, bagaimana konsep keseimbangan hidup tersebut diterapkan di dunia kerja? 

Baca Juga: Foto dan Suara Sandiaga Uno Dicatut untuk Menipu, Kenali Cara Kerja Penipuan Berbasis AI!

1. Hidup kita bukan didefinisikan dari pekerjaan

Di negara lain, saat berkenalan dengan seseorang biasanya kita akan ditanya, "Kerja di mana?". Kita terobsesi dengan jabatan dan sering menjadikan pekerjaan sebagai identitas utama. Kalau orang Italia?

Mereka jarang sekali membahas pekerjaan dengan teman. Mereka lebih suka bercerita tentang apa menu makan siang mereka, gosip terbaru, cuaca, atau hewan peliharaan mereka.

Orang Italia sadar bahwa manusia itu kompleks. Pekerjaan hanyalah satu bagian kecil dari diri kita, bukan keseluruhan identitas.

2. Istirahat itu harus serius

Di Italia selatan, toko-toko tutup dari jam 12.00 sampai jam 16.00. Waktu ini benar-benar digunakan untuk makan siang bersama keluarga, atau bahkan tidur siang. Mereka tidak makan siang buru-buru sambil tetap bekerja di depan laptop.

Baca Juga: Waspada, Penipu Kini Mengandalkan AI untuk Membuat Penipuan Lowongan Kerja Makin Meyakinkan

Sebaliknya, kita di sini sering merasa cemas kalau tidak membalas email di luar jam kerja. Padahal, istirahat panjang justru membantu tubuh meredam stres. Kita bisa meniru cara ini dengan membatasi diri. Jangan selalu standby setelah jam kantor berakhir.

3. Gampang ganti pekerjaan

Di Italia, pindah jalur karier adalah hal yang sangat lumrah dan tidak membuat mereka malu sedikit pun. Ada orang yang pernah jadi pustakawan, pemandu wisata, arkeolog, dan sekarang jadi guru bahasa.

Hal itu karena mereka tidak melekatkan harga diri pada satu posisi saja, sehingga lebih fleksibel saat harus banting setir. Kalau satu pintu tertutup, mereka cari pintu lain tanpa merasa gagal.

Halaman:

Tags

Terkini