Pejuangkantoran.com – Masih ingatkah kamu, ada satu tugas atau project di kantor yang saat kamu mengerjakannya kamu merasa sangat on fire, sangat bersemangat?
Saat itu, kamu merasakan energi untuk menyelesaikannya tugasnya tak pernah ada habisnya. Ketika ada masalah atau kendala, bukannya lemas dan menyerah, namun justru kamu makin “menggila” untuk bisa menyelesaikan masalah itu.
Menurut psikolog Wilmar Scaufei, ini adalah salah satu dimensi utama ketika kamu merasa bersemangat, berdedikasi, dan tenggelam (terlibat penuh) dalam pekerjaannya. Menurut psikolog organisasi dan kesehatan kerja asal Belanda tersebut, inilah yang dinamakan sebagai work engagement.
Konsep ini sering digunakan dalam psikologi organisasi dan manajemen sumber daya manusia untuk menggambarkan seberapa kuat keterikatan karyawan terhadap pekerjaannya.
Wilmar Schaufei menyebutkan bahwa work engagement ini punya tiga dimensi utama, yaitu:
- Vigor (semangat/energi). Seperti yang telah disebutkan di atas, orang dengan vigor ini akan memiliki energi yang seolah tak pernah habis saat bekerja. Ia berusaha keras dan pantang menyerah ketika ada kendala.
- Dedication (dedikasi). Seseorang akan merasa bahwa pekerjaannya bermaknan dan menantang sehingga ia akan sangat antusias, bangga, dan penuh inspirasi terhadap pekerjaannya.
- Absoprtion (penghayatan/keterlibatan penuh). Seseorang akan sangat fokus pada tugas dan pekerjaannya, hingga selalu merasa waktu berlalu dengan cepat karena ia begitu terlibat dengan tugas/pekerjaannnya itu.
Baca Juga: 6 Kunci Menjaga Semangat dan Kebahagiaan di Dunia Kerja, Bukan Hanya Karena Gaji yang Tinggi
Work engagement jelas punya manfaat yang positif dalam lingkungan kerja. Seseorang dengan dengan work engagement yang timggi membuatnya menjadi punya kinerja yang lebih tinggi sehingga produktivitasnya meningkat.
Tak hanya itu saja, ia juga akan sangat komit terhadap organisasi, terlihat dengan tingkat absensi dan turnover yang rendah. Tentu saja ini akan menyebabkan kesejahteraan psikologis karyawan yang lebih baik.
Fakrtor-fakto yang memengaruhi work engagement ada beberapa, yaitu:
- Job Resources (Faktor yang paling kuat meningkatkan engagement)
Ini adalah sumber daya yang membantu karyawan menyelesaikan pekerjaan, berkembang, dan merasa dihargai.
Mulai dari dukuangan atasan, psychological safety (karyawan merasa aman untuk bertanya, beride, mengakui kesalahan dan sebagainya), adanya otonomi (yang membuat karyawan leluasa dalam mengatur cara kerja, menentuka prioritas, dan mengambil keputusan sesuai wewenangnya), adanya kesempatan berkembang.
- Meaningful Work / Purpose
Ini faktor yang sangat relevan terutama untuk karyawan usia Gen Z. Ketika karyawan merasa pekerjaannya bermakna, akan membuatnya memahami kontribusinya, merasakan bahwa pekerjaannya penting karena melihat ada dampak pada pelanggan, masyarakat, atau organisasi.
Baca Juga: Strategi Minta Gaji Lebih Tinggi yang Aman tanpa Pura-pura Kecewa dengan Angka yang Ditawarkan
- Keadilan dan Penghargaan
Ketika pengharagaan tak hanya soal besaran gaji, tetapi juga ada keadilan kompensasi, transparansi promosi, pengakuan atas kontribusi, dan perlakuan yang konsisten akan membuat work engagement menjadi lebih tinggi.