kubikel

Skiveday Friday: Saat Jumat Jadi Hari Kerja, tapi Pikiran Sudah Liburan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:05 WIB
ilustrasi jumat (Freepik/Drazen Zigic)

Ketika Weekend Dimulai Sebelum Jumat Selesai

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur.

Dulu, akhir pekan memiliki batas yang jelas: pekerjaan selesai pada Jumat sore dan baru dimulai kembali pada Senin pagi.

Sekarang, batasnya bisa bergeser ke dua arah. Jumat belum benar-benar selesai, tetapi pikiran sudah memasuki weekend. Sebaliknya, Minggu malam belum berakhir tetapi pekerjaan sudah kembali masuk melalui email dan pesan kantor.

Hasilnya, pekerja bisa merasa memiliki weekend yang lebih panjang sekaligus waktu istirahat yang lebih pendek.

Apakah Skiveday Friday Buruk?

Tidak selalu.

Jika pekerjaan sudah selesai dan target tetap tercapai, sedikit fleksibilitas pada Jumat mungkin tidak menjadi masalah. Bahkan, suasana kerja yang lebih santai bisa membantu pekerja memulihkan energi sebelum memasuki minggu berikutnya.

Namun, jika produktivitas turun drastis setiap Jumat, pekerjaan menumpuk, atau rekan kerja harus menanggung tugas yang ditinggalkan, fenomena ini tentu bisa menjadi masalah bagi perusahaan.

Karena itu, yang menjadi perhatian bukan sekadar “apakah karyawan bekerja pada Jumat?”, tetapi apakah pekerjaan tetap selesai dengan baik.

Fenomena Baru di Era Hybrid Working

Skiveday Friday menjadi semakin relevan setelah pola kerja hybrid dan remote berkembang.

Ketika seseorang tidak lagi berada di kantor setiap hari, perusahaan semakin sulit mengukur produktivitas hanya berdasarkan kehadiran fisik.

Pada akhirnya, dunia kerja dipaksa mengubah pertanyaan dari:

“Apakah kamu bekerja selama delapan jam?”

menjadi:

“Apa yang berhasil kamu selesaikan hari ini?”

Dan mungkin, di situlah masa depan dunia kerja sedang bergerak.

Halaman:

Tags

Terkini