9 Cara Menghadapi Si Defensif Agar Lebih Efektif Dalam Menyelesaikan Masalah

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:15 WIB
Perlu cara tersendiri dalam menghadapi si defensif agar efektif dalam menyelesaikan masalah. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Perlu cara tersendiri dalam menghadapi si defensif agar efektif dalam menyelesaikan masalah. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

 

Pejuangkantoran.com – Rekan kerja yang punya sikap defensif itu memang menyebalkan. Namun, meskipun kamu sebal, menghadapi orang yang defensif di kantor jangan ikut terseret ke dalam defensiveness-nya, tetapi juga jangan menghindari masalahnya.

Defensiveness, secara keilmuan, adalah mekanisme yang bisa memberi rasa aman jangka pendek. Akan tetapi jika berulang dan menjadi pola, tentu dapat mengganggu feedback, accountability, dan pembelajaran organisasi.

Jika sudah dalam taraf ini, tentu bisa berdampak negatif pada performa organisasi.

Ada sejumlah trik dalam menghadapi orang yang defensif, agar lebih efektif dalam menyelesaikan masalahnya.

  1. Jangan menyerang orangnya; fokus pada perilakunya

Hindari objek pada manusianya, misal: “Kamu memang selalu defensif.”

Lebih baik jika yang dijadikan objek adalah perilakunya, misal: “Ketika saya memberikan feedback, pembicaraan sering berubah menjadi penjelasan tentang siapa yang salah. Saya ingin kita fokus dulu pada masalahnya.”

Ini penting karena label defensif sendiri bisa membuat orang semakin merasa diserang. Prinsipnya, jangan menyerang personal. Bahas perilakunya dengan menjelaskan impact-nya. dengan begitu bisa menyepakati solusi bersama.

Baca Juga: Sikap Defensif Tidak Baik Bagi Organisasi. Berikut 8 Penyebab dan Bahayanya Bagi Organisasi.

  1. Gunakan fakta yang spesifik

Pernyataan yang terlalu umum, biasanya mudah dipatahkan oleh orang defensif. Pakai fakta yang lebih spesifik. Hindari kalimat umum seperti: “Kamu sering terlambat mengerjakan tugas.”

Lebih baik pakai kalimat “Dalam empat tugas terakhir, tiga dikirim setelah deadline: 5, 8, dan 12 Agustus.” Setelah itu tanyakan, apa penyebabnya.

Feedback yang menggunakan data yang kuat dan akurat, berbasis observasi konkret membantu mengurangi perdebatan mengenai persepsi.

  1. Jangan langsung membantah pembelaannya

Ketika orang defensif membela diri, jangan langsung membantahnya. Misalnya dia berkata: “Itu bukan salah saya. Bagian X terlambat memberikan data.”

Sebaiknya jangan langsung di-counter dengan kalimat: “Jangan menyalahkan orang lain!”

Sebaiknya berikan kalimat yang lebih asertif, mengarahkan, dan tetap akuntabel:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X