PejuangKantoran.com - Platform karier KickResume baru saja merilis hasil pengujian terhadap 204 lamaran kerja nyata di kuartal kedua 2026. Eksperimen ini dirancang untuk mencari tahu format CV mana yang paling sering menghasilkan panggilan interview.
Ternyata, desain yang paling banyak dilirik rekruter bukan yang serba estetik atau buatan AI, melainkan format CV satu kolom yang kita buat sendiri. Riset ini membuktikan bahwa kesederhanaan dan kejelasan informasi justru lebih mudah terdeteksi mesin ATS.
Baca Juga: Ternyata, Format CV Seperti Ini yang Paling Banyak Menerima Panggilan Wawancara Kerja
Temuan berikutnya mematahkan salah satu kekhawatiran yang sering dirasakan pencari kerja, yaitu berapa lama loker itu masih terbuka untuk pencari kerja. Ternyata lama atau barunya sebuah iklan loker nggak banyak mempengaruhi tingkat balasan.
Loker yang baru tayang 0–2 hari mendapat balasan sekitar 19%. Posisi yang diunggah 3–7 hari sebelumnya ada di angka 18%. Bahkan, iklan loker yang sudah tayang 15 hari atau lebih pun masih menghasilkan balasan sebesar 17%.
Segera melamar loker begitu kamu menemukannya memang penting, tapi keuntungannya ternyata nggak sebesar yang kita kira.
Namun, waktu justru jadi faktor penting setelah lamaran kamu kirim. Mayoritas perusahaan yang berniat membalas biasanya merespon dengan cepat.
Riset mencatat 78% balasan datang dalam waktu tiga hari. Bahkan, 28% di antaranya membalas di hari yang sama setelah kamu mengirim lamaran kerja.
Kapan harus berhenti berharap mendapat panggilan?
Lewat dari dua minggu, balasannya makin lama. Cuma 3% yang merespons yang masuk di rentang hari ke-15 sampai 20. Jadi kalau loker itu sudah lebih dari dua minggu, peluang dipanggil wawancara biasanya memang makin kecil.
Baca Juga: Samsung Satu-Satunya Merek HP yang Tumbuh di Asia Tenggara pada Q2, HP Murah Makin Sepi!
Satu fakta lagi, lapangan kerja memang lagi sepi. KickResume memulainya dari New York dan langsung kehabisan stok lowongan yang cocok hanya dalam waktu seminggu, setelah mengirim 102 lamaran.
Ketika pencarian dibuka untuk kerja remote pun, pilihannya tetap sedikit. Jadi, para pekerja memilih bertahan di kantor lama karena pasar kerja sedang lesu.
So, ingat ya, kalau lamaran kerjamu sudah mengendap lebih dari dua minggu tanpa kabar, kemungkinan besar lowongan tersebut memang sudah tertutup atau lamaran kerja kamu tidak lolos seleksi.
Artikel Terkait
Harpitnas Ternyata Bukan Hari Libur Resmi, Ini Sejarah dan Asal-usul Istilah “Hari Kejepit Nasional”
British Embassy Jakarta Buka Lowongan Kerja Buat Sarjana Ekonomi, Gaji Rp26,8 Juta per Bulan
Mau Cuti Akhir Tahun Tapi Malas Urus Visa? Cek Ranking Paspor Indonesia dan Daftar Destinasi Bebas Masuk Ini!
Sekarang, Karyawan Mengubah Profil LinkedIn dengan Mengganti Skill dengan Istilah-istilah AI
6 Cara Mencari Pekerjaan Baru yang Lebih Efektif ketimbang 'Doomjobbing' Berjam-jam
Smokejumper Adalah Petugas Pemdaam Kebakaran yang Diterjunkan Dari Pesawat. Negara Mana yang Pertama Kali Punya?
Kerja Selalu On Point Tapi Kok Karier Jalan di Tempat? Mungkin Ini 5 Kesalahan yang Sering Tidak Disadari