Sekarang, Karyawan Mengubah Profil LinkedIn dengan Mengganti Skill dengan Istilah-istilah AI

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:22 WIB
Ilustrasi: Fenomena karyawan yang mengubah riwayat pekerjaan dengan istilah AI saat mencari pekerjaan semakin marak. (Unsplash/Souvik Banerjee)
Ilustrasi: Fenomena karyawan yang mengubah riwayat pekerjaan dengan istilah AI saat mencari pekerjaan semakin marak. (Unsplash/Souvik Banerjee)

PejuangKantoran.com - Dunia kerja memang sudah banyak berubah. Kalau kamu sudah melakukan upskilling dan reskilling, jangan lupa untuk mengubah skill dan pengalaman kerja kamu di LinkedIn.

Fenomena karyawan yang mengubah profil di LinkedIn untuk mengubah riwayat pekerjaan di masa lalu ternyata makin marak dilakukan. Studi terbaru dari National Bureau of Economic Research (NBER) mengungkapkan fenomena menarik.

Studi ini mengamati sekitar 29,4 juta profil LinkedIn di Amerika Serikat dari Agustus 2020 hingga Januari 2026. Lucunya, hampir seperlima pemilik akun sengaja mengubah judul atau deskripsi dari pekerjaan yang sudah lama lewat.

Baca Juga: Punya Lawan Main yang Tulus, Adhisty Zara Kesulitan Menahan Emosi di Film 'Rumah Singgah'

Jadi, mereka mengedit work history yang sudah selesai agar terkesan punya pengalaman yang relevan dengan masa sekarang. Apa saja poin-poin yang diganti di profil LinkedIn mereka?

Keterampilan AI meningkat, WFH mulai ditinggalkan

Perubahan ini bukan tanpa alasan. Apa yang ditulis para karyawan di LinkedIn biasanya karena itulah yang dicari oleh para rekruter.

Sejak kehadiran ChatGPT di akhir 2022, penambahan istilah-istilah AI seperti kecerdasan buatan, AI, GPT, LLM, dan artificial intelligence, melonjak lebih dari enam kali lipat.

Pekerja di bidang teknologi, informasi, serta jasa profesional menjadi kelompok yang paling sering mengubah profil lama mereka. Rata-rata perubahan itu dilakukan empat tahun setelah mereka keluar dari posisi tersebut.

Sebaliknya, beberapa istilah yang dulu populer sekarang mulai disingkirkan, misalnya:

Baca Juga: Cek Pusat Konsentrasi Massa saat Demo 27 Agustus Nanti, Berikut Jalur Alternatif yang Bisa Ditempuh

Istilah work from home (WFH). Kata-kata seperti remote, work from home, atau WFH, makin jarang ditambahkan ke riwayat kerja lama. Hal ini sejalan dengan tren perusahaan yang makin ketat menerapkan aturan wajib bekerja dari kantor atau work from office.

• Program DEI. Istilah seputar keberagaman dan inklusivitas (diversity, equity, inclusion) mengalami penurunan tajam sejak awal 2025, menyusul berubahnya kebijakan politik dan prioritas perusahaan di AS.

Apakah mengubah riwayat pekerjaan lama di profil LinkedIn dengan istilah-istilah AI ini berarti karyawan berbohong atau memanipulasi pengalaman mereka? Belum tentu.

Bisa jadi mereka tidak mengada-ada, melainkan hanya membingkai ulang tugas-tugas lama menggunakan kosa kata yang lebih relevan dengan tren pasar kerja saat ini. Pengalaman yang dulu dianggap biasa, kini dijelaskan dengan sudut pandang pemanfaatan teknologi AI.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X