6 Cara Mencari Pekerjaan Baru yang Lebih Efektif ketimbang 'Doomjobbing' Berjam-jam

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:24 WIB
Ilustrasi: Doomjobbing berjam-jam dan terus-menerus menekan tombol apply tanpa strategi justru bikin frustrasi.  (PejuangKantoran.com/Gemini AI)
Ilustrasi: Doomjobbing berjam-jam dan terus-menerus menekan tombol apply tanpa strategi justru bikin frustrasi. (PejuangKantoran.com/Gemini AI)

PejuangKantoran.comMencari pekerjaan belakangan ini rasanya makin melelahkan. Akhirnya banyak pelamar kerja yang cenderung melakukan doomjobbing. Jadi, mereka mengirim puluhan hingga ratusan lamaran secara asal-asalan. Siapa tahu, salah satunya bisa nyangkut. 

Niatnya ingin cepat dapat kerja, tapi scrolling berjam-jam dan terus-menerus menekan tombol apply tanpa strategi justru bikin frustrasi. Bukannya dapat undangan wawancara kerja, mungkin kamu malah jadi burnout

Daripada membuang energi secara cuma-cuma, Ana Altchek, host seri video "Work Shift, menyarankan untuk mencoba enam langkah strategis ini.

Baca Juga: Sekarang, Karyawan Mengubah Profil LinkedIn dengan Mengganti Skill dengan Istilah-istilah AI

1. Tentukan parameter targetmu

Jangan asal sebar CV ke semua lowongan yang lewat. Mulailah dengan riset industri, lokasi, dan posisi spesifik yang paling sesuai dengan keahlianmu.

Sesuaikan profil profesional untuk menonjolkan kemampuan yang sedang dicari pasar. Misalnya, karena literasi teknologi dan pemahaman dasar AI kini makin dinilai tinggi, luangkan waktu untuk mengambil kursus singkat online demi menambah poin plus di profilmu.

2. Bangun networking

Koneksi sering menjadi cara yang lebih efektif dibanding sekadar mengirim CV. Mulailah membangun jejaring sedini mungkin, sehingga kamu nggak terkesan minta-minta pekerjaan pada orang yang belum kamu kenal. Caranya?

Mulai dari hal kecil. Berikan like dan komentar positif pada unggahan atau konten orang-orang di industri yang jadi target kamu.

Baca Juga: Punya Lawan Main yang Tulus, Adhisty Zara Kesulitan Menahan Emosi di Film 'Rumah Singgah'

• Manfaatkan koneksi tingkat kedua. Jika ingin terhubung dengan seseorang, cek apakah ada teman atau kenalanmu yang juga mengenal orang tersebut.

• Ajak diskusi singkat. Kirim pesan spesifik berisi dua atau tiga pertanyaan menarik tentang pengalaman mereka. Ajukan permintaan untuk ngobrol santai selama 15 menit saja. Waktu singkat ini jauh lebih mudah kamu dapatkan ketimbang minta waktu 30 menit.

3. Tampilkan pencapaian yang terukur

Hindari menulis deskripsi pekerjaan yang terlalu umum seperti "bertanggung jawab memimpin tim" atau "memiliki kemampuan komunikasi yang baik". Usahakan untuk menyebutkan pencapaian yang punya dampak nyata bagi perusahaan. Tulis contoh spesifik tentang bagaimana keahlianmu membantu menyelesaikan masalah atau mencapai target tertentu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X