PejuangKantoran.com - Buat pekerja kantoran, berangkat dan pulang kerja bareng teman sudah menjadi hal yang cukup umum. Apalagi kalau kantor searah, rumah berdekatan, atau ada teman yang memang membawa kendaraan setiap hari.
Nebeng memang bisa menjadi solusi praktis dan menghemat ongkos transportasi. Namun, karena dilakukan berulang kali, kebiasaan ini juga bisa menimbulkan rasa tidak enak kalau penumpang mulai lupa bahwa temannya bukan sopir pribadi.
Konsepnya sebenarnya mirip dengan etika menggunakan layanan rideshare. Menurut Better Homes & Gardens, ketika berada di kendaraan orang lain, penumpang tetap perlu menghargai waktu, ruang pribadi, dan kenyamanan pengemudi.
Lantas, apa saja etika yang sebaiknya diperhatikan kalau kamu sering nebeng teman ke atau dari kantor?
Baca Juga: Kecurangan Kecil di Tempat Kerja Makin Dianggap Lumrah, Waspada Bibit Budaya Korupsi di Kantor!
1. Jangan Membuat Teman Menunggu
Ini mungkin aturan paling dasar, tetapi sering dilupakan.
Kalau sudah janjian berangkat pukul 07.00, jangan baru mandi pukul 06.50. Teman yang membawa kendaraan seharusnya tidak perlu menunggu kamu setiap pagi.
Prinsipnya sederhana: kalau kamu minta nebeng, kamu yang harus menyesuaikan waktu dengan pengemudi, bukan sebaliknya.
BHG juga menyarankan penumpang sudah siap ketika kendaraan tiba agar waktu pengemudi tidak terbuang percuma.
2. Jangan Menganggap Mobil Teman Seperti Transportasi Umum
Karena sudah sering nebeng, jangan sampai muncul kebiasaan merasa bebas meminta macam-macam.
Misalnya tiba-tiba meminta mampir ke minimarket, mengambil paket, membeli makanan, atau mengantar ke tempat lain sebelum ke kantor.
Sekali-dua kali mungkin tidak masalah. Tetapi kalau hampir setiap hari rutenya berubah karena permintaan penumpang, tentu bisa merepotkan.
Kalau memang ada keperluan tambahan, tanya dulu, bukan langsung menganggap teman pasti mau.
Baca Juga: Desta Pamit dari Vindes Setelah 5 Tahun, Tegaskan Hubungan dengan Vincent Tetap Baik