Apa Itu Petani Milenial, Program di Kementerian Pertanian yang Gajinya Rp10 Juta per Bulan?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 13 November 2024 | 21:35 WIB
Ilustrasi: Program Petani Milenial dari Kementerian Pertanian akan mengajarkan generasi muda mengenai teknologi pertanian yang semakin maju. (Freepik/Jcomp)
Ilustrasi: Program Petani Milenial dari Kementerian Pertanian akan mengajarkan generasi muda mengenai teknologi pertanian yang semakin maju. (Freepik/Jcomp)

PejuangKantoran.com - Prihatin dengan jumlah petani muda yang terus menurun, Kementerian Pertanian membuat program Petani Milenial untuk mengembangkan sektor pertanian dan memerbaiki ekosistem wirausaha tani di Indonesia.

Melalui program ini, Kementan mengharapkan lebih banyak anak muda yang mau menjadi petani dan mengelola bisnis pertanian.

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat ini sudah ada 20.000 orang yang mendaftar, dan Kementan sudah menerima 3.000 peserta yang akan membantu program cetak sawah.

Baca Juga: Jenjang Karir Tidak Lagi Memotivasi Karyawan, Banyak yang Memilih Cari Pekerjaan Baru

Keuntungan jadi petani milenial

Dilansir dari Liputan6.com, ada beberapa keuntungan menjadi petani milenial yang ditawarkan oleh Kementan kepada peserta, yaitu:

1. Upah minimal Rp10 juta per bulan bagi petani milenial yang aktif berpartisipasi dalam program.

2. Dukungan pelatihan teknologi tinggi dan pengetahuan praktis untuk dapat mengembangkan usaha pertanian yang mandiri setelah mengikuti program.

3. Diajarkan cara mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan bertani sehingga petani muda mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Syarat menjadi Petani Milenial 2024

Baca Juga: BRI Sukses Turunkan Angka Kredit Macet, Ini Strateginya!

Jika kamu tertarik menjadi salah satu Petani Milenial 2024, berikut beberapa syarat yang perlu dipenuhi:

• Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki dokumen kependudukan sah, seperti KTP.

• Berusia 19 – 39 tahun, masih produktif dan siap untuk menerima serta mengembangkan inovasi dalam bisnis pertanian.

• Mampu beradaptasi dengan teknologi, terutama dalam penerapan berbagai inovasi di sektor pertanian yang akan diberikan selama pelatihan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Liputan6.com, ukmindonesia.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X