PejuangKantoran.com - Karakter Zombie jarang diangkat dalam film atau series Indonesia. Kengerian teror zombie biasanya dinikmati lewat film atau serial Barat atau negara Asia lainnya, seperti Zombieland, Last Train to Busan atau The Last of Us.
Sekarang kita boleh berbangga karena ada series negeri sendiri yang secara fokus mengangkat tentang zombie, yaitu Zona Merah.
Series 8 episode yang tayang di Vidio ini idenya dicetuskan oleh Sidharta Tata yang juga menjadi sutradaranya, bekerja sama dengan Fajar Martha Santosa.
Baca Juga: Pantas Non Performing Loan-nya Rendah, Ternyata Gini Strategi BRI Turunkan Rasio Kredit Macet
Yang menarik dari series Zona Merah ini adalah usaha Tata dan Fajar menyuguhkan ketegangan saat dikejar-kejar zombie di sebuah desa bernama Rimbalaya.
Dikisahkan, desa ini terkena wabah mayat hidup yang dipercaya berasal dari cawan hantu. Cawan tersebut berbentuk seperti bunga bangkai.
Sedangkan di dalam desa Rimbaya ini, sedang terjadi pergolakan antara para buruh yang tidak mendapat bayaran dari sebuah pabrik dan permasalahan lainnya.
Pemain utama film ini adalah Aghniny Haque yang berperan sebagai Maya, buruh yang sedang berkonflik dengan perusahaannya, dan Andri Mashadi, yang berperan sebagai Risang, wartawan yang sedang menginvestigasi sebuah kasus.
Kemudian ada Devano Danendra yang berperan sebagai Adi, adik Maya yang menghilang, serta Maria Theodore sebagai Ella, dan Lukman Sardi sebagai Zaenal.
Untuk menghentikan wabah mayat hidup menyebar ke luar Rimbalaya, Maya dan Risang bekerja sama memecahkan masalah sekaligus berusaha menyelesaikan masalah pribadi masing-masing.
Baca Juga: Dengan Fitur Multi-Share Class dari Bank Kustodian BRI, Nasabah Lebih Fleksibel Mengelola Investasi
Contohnya Maya, yang mencari sang adik, Adi, yang tertawan oleh antek-antek Zaenal.
Pengeroyokan zombie
“Zona Merah menjadi lompatan baru dalam kreativitas saya sebagai sutradara dan penulis," ujar Sidharta Tata, saat media junket Zona Merah di SCTV Tower, Jakarta, beberapa waktu lalu.
"Bersama Fajar Martha Santosa dan kawan-kawan dari Penakawan, kita menggarap cerita yang terinspirasi dari kisah nyata tentang kejahatan terstruktur dari sekelompok elit, yang kemudian digabung dengan cerita urban legend."
Artikel Terkait
Mengapa 17 November 2024 Jadi Tanggal Penting untuk Peserta CPNS dan PPPK?
Menyetor Tugas Melewati Tenggat Waktu Membuat Pekerjaan Kamu Dinilai Lebih Buruk
Mana Yang Lebih Sehat? Susu Oat, Susu Almond, Atau Susu Sapi? Cek Fakt-Faktanya!
Lowongan Kerja Jadi Creative Manager di Sony Music Entertainment untuk Pasar Asia Tenggara
Helsinki Terpilih sebagai Destinasi Wisata Paling Berkelanjutan di Dunia
Berikut Ini Aneka Manfaat Dari Cokelat Yang Membuatnya Menjadi Makanan & Minuman Sehat
Kenali Dri-Fit Bahan Pakaian Olah Raga Yang Punya Banyak Kelebihan. Awas, Ada Ada Yang Abal-Abal!