TNI Buka Peluang Lebih Besar bagi Suku Dayak Pedalaman untuk Jadi Prajurit

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 31 Agustus 2026 | 10:12 WIB
ilustrasi TNI
ilustrasi TNI

PejuangKantoran.com - Kesempatan masyarakat dari suku Dayak pedalaman untuk mengabdi sebagai prajurit TNI tengah diperluas. Presiden Prabowo Subianto meminta agar persyaratan perekrutan disesuaikan sehingga masyarakat Dayak yang tinggal di wilayah pedalaman memiliki akses yang lebih terbuka untuk bergabung dengan TNI.

Arahan tersebut dibahas Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, para Kepala Staf Angkatan, serta sejumlah menteri dan pejabat terkait dalam pertemuan di Hambalang, Bogor, pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah perkembangan penyesuaian syarat bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI.

Syarat Rekrutmen Akan Disesuaikan

Mabes TNI memastikan arahan Presiden tersebut akan ditindaklanjuti. Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan TNI pada prinsipnya membuka kesempatan bagi seluruh putra-putri bangsa untuk mengabdi sebagai prajurit.

Namun, hingga saat ini mekanisme dan bentuk penyesuaian persyaratan bagi calon prajurit dari Suku Dayak Pedalaman belum ditetapkan. TNI menyatakan detailnya akan disampaikan setelah proses pembahasan dan penetapan selesai.

Artinya, masyarakat yang tertarik bergabung belum bisa menganggap adanya jalur atau persyaratan khusus yang sudah resmi berlaku. Informasi mengenai ketentuan terbaru masih menunggu keputusan TNI.

Baca Juga: Kamu Masih Kesulitan Tidur Walaupun Sudah Rutin Olahraga? Jangan-Jangan Kamu Butuh 1 dari 5 Suplemen Ini

Membuka Akses bagi Masyarakat Pedalaman

Kebijakan ini diarahkan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat Dayak pedalaman untuk mengabdi sebagai prajurit. Penyesuaian persyaratan diharapkan dapat mempertimbangkan kondisi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman tanpa menghilangkan standar yang diperlukan dalam proses rekrutmen TNI.

Isu mengenai persyaratan ini juga berkaitan dengan karakteristik budaya sebagian masyarakat adat Dayak. Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian adalah keberadaan tato yang menjadi bagian dari tradisi pada sebagian masyarakat adat. Namun, belum ada keputusan resmi mengenai bentuk pengecualian atau aturan baru terkait hal tersebut.

Baca Juga: Remote Work Mengubah Cara Kita Bekerja saat Sakit, Kerjaan Tetap Gas Pol Meski Badan Kurang Fit

Bukan Hanya soal Rekrutmen

Pertemuan Prabowo dengan jajaran TNI di Hambalang juga membahas sejumlah persoalan lain, termasuk penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Beberapa isu yang dibahas antara lain penanganan pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatra. Presiden juga meminta penguatan upaya pencegahan karhutla melalui edukasi kepada masyarakat di tingkat desa, termasuk melalui peran Babinsa. 

Dengan adanya arahan tersebut, peluang masyarakat Dayak pedalaman untuk menjadi bagian dari TNI kini tengah memasuki tahap pembahasan. Detail persyaratan baru masih menunggu keputusan resmi TNI, sehingga calon peserta sebaiknya mengikuti informasi dari kanal resmi TNI sebelum mempersiapkan diri untuk proses pendaftaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X