PejuangKantoran.com - Pasar smartphone di Asia Tenggara ternyata lagi lesu. Menurut laporan terbaru dari Counterpoint Research (CR), pengiriman HP di kawasan ini turun 15% pada kuartal kedua (April-Juni) dibanding periode yang sama tahun lalu. Biaya produksi HP yang makin melambung tinggi disebut-sebut jadi biang keladinya.
Namun di tengah kondisi pasar yang merosot, Samsung justru sukses memimpin pasar dengan share (pangsa) 24%. Raksasa teknologi asal Korsel ini bahkan menjadi satu-satunya merek yang pengirimannya tumbuh positif, yaitu naik 6% dibanding tahun lalu.
Baca Juga: 6 Cara Mencari Pekerjaan Baru yang Lebih Efektif ketimbang 'Doomjobbing' Berjam-jam
Setelah Samsung, barulah Xiaomi di peringkat kedua dengan pangsa pasar 18%, disusul OPPO (17%), Transsion (induk perusahaan Infinix dan Tecno) sebesar 15%, serta Apple yang berada di lima besar dengan 9%.
HP murah makin sepi
Nasib kurang beruntung dialami deretan merek asal China. Xiaomi, OPPO, dan Transsion harus merelakan pengiriman unit mereka turun akibat meroketnya harga komponen memori. Kenaikan biaya ini sangat memukul lini HP kelas entry-level.
Data CR mencatat, penjualan HP murah harga di bawah Rp2,3 jutaan anjlok hingga 38%. Begitu juga dengan kelas menengah di rentang Rp4,4 juta - Rp8,8 juta, yang ikut turun 11%.
Karena komponen makin mahal, pabrikan HP mulai mengalihkan fokus ke segmen menengah ke atas demi mengamankan keuntungan.
Uniknya, segmen HP mahal justru melawan arus. Penjualan HP di kelas harga Rp8,1 juta - Rp11,3 juta melonjak drastis hingga 74%. Sementara itu, kelas flagship di atas Rp12 jutaan tumbuh sebesar 18%.
Baca Juga: Sekarang, Karyawan Mengubah Profil LinkedIn dengan Mengganti Skill dengan Istilah-istilah AI
Apple relatif bertahan stabil dengan penurunan tipis sekitar 2%. Di sisi lain, merek asal China lainnya, HONOR, mencatatkan kejutan dengan pertumbuhan signifikan mencapai 61%.
Prediksi di paruh kedua 2026
Counterpoint memperkirakan pasar smartphone di Asia Tenggara masih bakal menghadapi tekanan berat sampai akhir tahun 2026. Konsumen yang makin hati-hati membelanjakan uangnya bikin produsen HP enggan ambil risiko.
Ketimbang jor-joran mengejar volume penjualan yang tinggi, para pabrikan diprediksi bakal bermain aman dengan fokus menjaga stok barang dan mempertahankan keuntungan.
Artikel Terkait
Cek Pusat Konsentrasi Massa saat Demo 27 Agustus Nanti, Berikut Jalur Alternatif yang Bisa Ditempuh
Kenapa Kita Memilih Olahraga yang Mudah Dibuat Konten?
Punya Lawan Main yang Tulus, Adhisty Zara Kesulitan Menahan Emosi di Film 'Rumah Singgah'
Harpitnas Ternyata Bukan Hari Libur Resmi, Ini Sejarah dan Asal-usul Istilah “Hari Kejepit Nasional”
British Embassy Jakarta Buka Lowongan Kerja Buat Sarjana Ekonomi, Gaji Rp26,8 Juta per Bulan
Mau Cuti Akhir Tahun Tapi Malas Urus Visa? Cek Ranking Paspor Indonesia dan Daftar Destinasi Bebas Masuk Ini!
Sungai Barito Turun Permukaan Airnya Punya Konsekuensi yang Serius. Separah Apa?