Canberra Kekurangan Guru Bahasa Indonesia, UPI Kirim Dosen Muda sebagai Guru Bantu di Adelaide

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 17 Oktober 2023 | 13:47 WIB
Kantor Atdikbud KBRI Canberra bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia untuk mengirimkan dosen muda sebagai guru bantu di Flinders University, Adelaide. (Flinders.edu.au)
Kantor Atdikbud KBRI Canberra bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia untuk mengirimkan dosen muda sebagai guru bantu di Flinders University, Adelaide. (Flinders.edu.au)

Eka mengungkapkan rasa senangnya karena memperoleh kesempatan untuk mengajar BIPA di Adelaide.

“Saya merasa bersyukur mendapat kesempatan menjadi guru bantu di Adelaide. Saya akan berusaha mempromosikan bahasa Indonesia dan meningkatkan minat siswa untuk belajar bahasa Indonesia,” tuturnya.

Ia mengaku sudah memiliki rencana untuk bertemu dengan guru-guru bahasa Indonesia di Adelaide guna membicarakan program-program yang bermanfaat bagi guru dan kemajuan pembelajaran bahasa Indonesia di Adelaide.

Studi seni kreatif

Bagi UPI, kegiatan ini merupakan program nyata dalam meningkatkan mobilitas internasional dosen sekaligus implementasi program kampus mengajar internasional.

Atdikbud Najib berharap ke depannya guru bantu dari UPI dapat menjadi jembatan untuk kerja sama yang lebih luas antara UPI dan Flinders University, tidak berhenti pada pengiriman guru bantu saja.

Menurut Peter Monteath, saat ini Flinders University sedang mengembangkan bidang studi seni kreatif, termasuk produksi film dan budaya kreatif kontemporer lainnya.

Peter berharap nantinya Flinders University bisa bekerja sama dengan universitas di Indonesia yang memiliki kompetensi terkait seni kreatif.

“Saya memahami jika Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa yang patut dipelajari.

Baca Juga: AnKer Musti Siap-Siap, Jalur Perlintasan Penumpang di Stasiun Manggarai akan Diubah

"Flinders University ingin bekerja sama dengan universitas di Indonesia dalam mengisi industri kreatif dengan sumber daya manusia yang kompeten,” ungkapnya.

Jadi, kekayaan budaya tersebut bukan hanya yang berkaitan dengan budaya tradisional, tetapi juga budaya kreatif kontemporer seperti animasi, desain visual, perfilman, dan bidang-bidang ekonomi kreatif lainnya yang lebih sesuai dengan generasi muda.

Ke depan, Flinders berencana melakukan kunjungan balasan ke beberapa universitas potensial di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Kemdikbud

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X