Ahli BRIN: Ancaman Muncul Ketika Politik Dinasti Membajak Demokrasi

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 6 November 2023 | 17:57 WIB
Dinasti Politik Kian Mengancam Demokrasi, Peneliti BRIN Aturan Mainnya Close Game
Dinasti Politik Kian Mengancam Demokrasi, Peneliti BRIN Aturan Mainnya Close Game

PejuangKantoran.com - Politik dinasti jadi pembicaraan yang mencuat usai Gibran Rakabuming Raka mencalonkan diri menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo. 

Tak dimungkiri, dinasti politik memang bukan hal baru lagi di dunia politik Indonesia. 

Peneliti senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Lili Romli menilai hal ini menjadi persoalan ketika dinasti politik tersebut membajak dan mengerdilkan demokrasi, khususnya untuk negara-negara berkembang, seperti Indonesia.

“Bukan hanya itu, politik dinasti saat berkuasa dan untuk mempertahankan kekuasaannya memberlakukan aturan main tertutup atau close game,” katanya, Senin (6/11/2023).

Menurutnya, terjadinya banyak kasus di Indonesia, dikarenakan demokrasi elektoral hanya sekedar formalitas belaka. 

Baca Juga: Kisah Pizza Ukuran Jumbo, Datangnya dari Kebersamaan

Hal ini, kata dia, bisa terjadi karena semua kekuatan politik dikendalikan, media massa dilemahkan, dan civil society yang dikooptasi. 

“Kalo di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, tidak menunjukkan hal yang positif. Itu karena prosesnya membajak demokrasi dan ketika berkuasa mereka koruptif,” tuturnya.

Lili menyebut ada negara-negara maju juga memiliki politik dinasti, namun melalui proses sesuai dengan prosedur demokrasi.

Disebutnya, mereka tak ujug-ujug berkuasa, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui melalui pengaderan dan rekrutmen politik yang sama seperti kader yang lain.

“Mereka juga memiliki kualifikasi dan kapasitas yang baik sehingga ketika berkuasa juga berhasil dengan baik, tidak koruptif. Jika gagal, publik tidak akan memilihnya kembali, ada punishment,” sambungnya.

Hanya saja,  jika kondisi seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin demokrasi bakal meradang ke arah yang negatif. 

Baca Juga: Ajak Anabul Untuk Menginap di Hotel Pet Friendly yang Seru

“Untuk proyeksi ke depan, jika politik dinasti tetap bercokol dan menang dalam pemilu, demokrasi Indonesia akan terancam. Sekarang saja demokrasi Indonesia mengalami kemunduran, apalagi nanti jika yang berkuasa dinasti politik,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X