Hattrick Bukayo Saka, Bikin Sejarah Baru Buat Kiprahnya di Timnas Inggris. Kini Dia Menyamai Legenda Timnas Inggris Lainnya

photo author
Adhityaswara Nuswandana, Pejuang Kantoran
- Minggu, 19 Juli 2026 | 15:50 WIB
Hatrick dari Bukayo Saka memiliki catatan sejarahnya sendiri. Kini dia menyamai legenda timnas Inggris macam  Sir Geoff Hurst (1966), Gary Lineker (1986). (FIFA.com)
Hatrick dari Bukayo Saka memiliki catatan sejarahnya sendiri. Kini dia menyamai legenda timnas Inggris macam Sir Geoff Hurst (1966), Gary Lineker (1986). (FIFA.com)

 

PejuangKantoran.com - Bukayo Saka berhasil mencetak hattrick bersejarah saat membawa tim nasional Inggris menaklukkan Prancis dengan skor fantastis 6-4 dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia FIFA 2026 di Miami Gardens, Florida. Kemenangan ini sekaligus mengunci medali perunggu bagi skuad Three Lions, yang menjadi pencapaian terbaik mereka di ajang Piala Dunia sejak menjadi juara pada tahun 1966.

Berikut adalah ulasan artikel dan reaksi dari sang bintang lapangan, Bukayo Saka, beradasar berita dari laman FIFA.com.

Masuk ke Dalam Daftar Elite Sejarah Inggris

Keberhasilan Saka membawa pulang bola pertandingan setelah mencetak tiga gol (pada menit ke-37, masa injury time babak pertama, dan eksekusi penalti di menit ke-87), membuatnya masuk ke dalam buku sejarah sepak bola negaranya. Bintang utama klub Arsenal ini menjadi pemain Inggris keempat dalam sejarah yang mampu mencetak hattrick di putaran final Piala Dunia, bersanding dengan nama-nama besar seperti Sir Geoff Hurst (1966), Gary Lineker (1986), dan Harry Kane (2018). "Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari daftar elite tersebut," ujar Saka dengan penuh emosional.

Baca Juga: Cuan Melimpah dari Miami, Berapa Sih yang Dibawa Pulang Timnas Inggris Usai Menjadi Juara 3 di Piala Dunia FIFA 2026. Lalu Prancis Cuan Juga Nggak ya?

Reaksi Saka Mengenai Laga yang "Gila"

Pertandingan perebutan tempat ketiga ini berjalan sangat terbuka dan menegangkan. Inggris sempat memimpin telak 4-0 di babak pertama sebelum Prancis memberikan perlawanan sengit di babak kedua melalui aksi Kylian Mbappé.

Saka mengakui bahwa dinamika di lapangan terasa sangat luar biasa:

  • Pertandingan yang Sangat Sengit. "Ini adalah pertandingan yang gila," kata Saka. "Kami memenangi babak pertama, mereka memenangi babak kedua, tetapi kami berhasil mencetak gol krusial di akhir laga untuk mengunci kemenangan."
  • Kekecewaan yang Terobati. Saka tidak menampik bahwa timnya masih merasakan kepedihan akibat kekalahan dari Argentina di semifinal. Namun, fokus mereka langsung dialihkan untuk memberikan penutupan terbaik bagi para penggemar. "Kami masih kecewa karena gagal melaju ke final, tetapi target kami adalah menyelesaikannya dengan kuat dan memberikan hasil terbaik bagi negara ini dalam 60 tahun terakhir."

Baca Juga: Piala Dunia FIFA 2026 Sukses Menjadi Lumbung Emas FIFA, Dengan Menjadi Piala Dunia FIFA Dengan Keuntungan Terbesar

Solidaritas Tim: Momen Penalti Bersama Jude Bellingham

Salah satu momen menarik dalam pertandingan terjadi menjelang gol ketiga Saka. Setelah Inggris dihadiahi penalti akibat pelanggaran terhadap Djed Spence, Jude Bellingham langsung berinisiatif mengambil bola dan menyerahkannya kepada Saka.

"Jude sama sekali tidak berniat mengambilnya. Dia adalah orang pertama yang mendatangi saya dan berkata, 'Ambil ini dan lengkapi hattrick-mu.' Dia bahkan sengaja menjaga bola tersebut agar tidak diambil oleh pemain lain," ungkap Saka menceritakan kerja sama yang solid di dalam timnya.

 Menjadikan Kegagalan sebagai Bahan Bakar Masa Depan

Meskipun gagal membawa pulang trofi utama, Saka menegaskan bahwa turnamen ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi generasi emas Inggris.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Adhityaswara Nuswandana

Sumber: FIFA.com, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X