PejuangKantoran.com - Setelah setahun terakhir dibikin kalang kabut karena keduluan OpenAI meluncurkan ChatGPT, Google berusaha mengejar ketertinggalannya dengan merilis Gemini. Tentu saja, model AI ini disebutnya sebagai yang terbaik.
Google meluncurkan Gemini yang disertai dengan klaim adanya pembaruan bisnis, fitur-fitur dan tools yang baru, spesifikasi teknologi, dan updates lain yang bisa diakses oleh pengguna.
Google menyebut Gemini mampu memahami teks, gambar, video, dan audio, sehingga bisa dibilang multimodal. Model AI ini akan mampu menyelesaikan tugas-tugas kompleks di bidang matematika, fisika, dan bidang lainnya.
Baca Juga: Tentang Daging Sapi Australia dan Indonesia dalam Angka
“Sejak awal Gemini dibangun menjadi multimodal, yang berarti dapat menggeneralisasi dan memahami dengan lancar, beroperasi dan menggabungkan berbagai jenis informasi termasuk teks, kode, audio, gambar, dan video,” papar Dennis Hassabis, CEO dan salah satu pendiri Google DeepMind.
Selain itu Gemini juga memahami dan menghasilkan kode berkualitas tinggi dalam berbagai bahasa pemrograman.
Beda Gemini dengan model AI lain seperti GPT-4
Ada alasan mengapa Google meyakini bahwa Gemini bakal jadi model AI terbesar dan tercanggih saat ini. Keunggulan Gemini dibandingkan model populer lainnya yang mendukung chatbot AI adalah karakteristik multimodal aslinya.
Jika GPT-4 sebagian besar berbasis teks, Gemini -yang dikembangkan oleh Google dan Alphabet- mampu melakukan tugas multimodal secara native.
GPT-4 lebih mengandalkan plugin dan integrasi agar benar-benar multimodal. Model ini unggul dalam tugas-tugas terkait bahasa seperti pembuatan konten dan analisis teks kompleks, tetapi menggunakan plugin OpenAI untuk melakukan analisis gambar dan mengakses web.
Selain itu GPT-4 mengandalkan DALL-E 3 dan Whisper untuk menghasilkan gambar dan memproses audio.
Ada pun Gemini tampaknya lebih fokus pada produk dibandingkan model lain yang tersedia saat ini. Entah Gemini terintegrasi ke dalam ekosistem perusahaan, atau direncanakan untuk itu, karena model ini mendukung perangkat Bard dan Pixel 8.
Model lainnya, seperti GPT-4 dan Meta's Llama, lebih berorientasi pada layanan, dan tersedia untuk berbagai pengembang pihak ketiga untuk aplikasi, tools, dan layanan.
Cara mengakses Gemini
Artikel Terkait
7 Hal yang Diutamakan Gen Z saat Mencari Kerja, Work Life Balance Bukan Satu-satunya!
Kasus Pneumonia di China Sudah Masuk ke Jakarta, Lakukan Ini untuk Pencegahan!
Hasil Seleksi PPPK 2023 Sudah Diumumkan, Cek Link Pengumuman dan Tahap Seleksi Selanjutnya
Jangan Lupa Lakukan Pemadanan NIK dan NPWP Sebelum 31 Desember 2023, Ini Akibatnya Jika Tak Dilakukan!
Dirut Sido Muncul: Warisan Budaya Takbenda UNESCO Harus Berdampak terhadap Industri Jamu Indonesia
Kini Capres dan Cawapres Bisa Usulkan YouTuber dan Content Creator Jadi Moderator Acara Debat
95% Penerima Program Kartu Prakerja Alami Peningkatan Peluang Kerja Setelah Kembali ke Skema Normal