PejuangKantoran.com - Barangkali, gaya Gibran Rakabuming Raka yang selalu menyerang lawan debat itu memang sekadar gimmick. Misalnya, ketika menyebut Cak Imin (Muhaimin Iskandar) membawa contekan ketika menjawab pertanyaan.
Atau, saat mengernyitkan mata karena mengaku sedang berusaha mencari jawaban Mahfud MD atas pertanyaannya. Apakah Gibran hanya ingin membuat Debat Cawapres keempat di Jakarta Convention Center, Minggu (21/1/2024) lalu menjadi tontonan yang menarik?
Faktanya, dalam momen lain saat beradu argumentasi dengan kedua calon wakil presiden yang menjadi pesaingnya tersebut, Gibran tampak selalu mengedepankan adabnya.
Baca Juga: Gibran Bertekad Menguatkan Reforma Agraria untuk Mengurangi Konflik Tanah dan Mafia Tanah
Ketika menanggapi pemaparan Muhaimin soal kelangkaan pupuk dan kesejahteraan petani, Gibran terlebih dahulu mengucapkan terima kasih sebelum menguraikan penjelasannya.
Kemudian saat memberikan tanggapan terkait masyarakat adat, Gibran juga mengucapkan terima kasih kepada Mahfud MD sebagai profesor yang ahli dalam ilmu hukum.
Adab Gibran terhadap dua cawapres yang lebih senior darinya tersebut tidak hanya terlihat dari ucapan melainkan juga dari gerak tubuhnya. Ia terlihat mengatupkan kedua telapak tangan tanda permohonan maaf saat menyanggah argumentasi Mahfud.
Ketika menjawab tanggapan Mahfud tentang impor pangan yang dilakukan Indonesia dan konsep Trisakti Bung Karno, Gibran menanggapinya dengan meminta agar mereka tidak menakut-nakuti warga.
Contohnya, pembahasan mengenai food estate yang dianggap gagal. Gibran mengakui di sebagian wilayah program itu memang gagal, namun ada juga yang berhasil di wilayah lain.
Baca Juga: Gibran Akan Cabut IUP Tambang Nakal
"Terima kasih Prof. Mahfud untuk evaluasinya. Saya mohon maaf jika ada kata-kata yang salah, tapi sekali lagi ini harus kita evaluasi dan kita jangan memberikan narasi-narasi yang menakutkan kepada warga," kata Gibran.
Saat sesi debat berakhir, Gibran lagi-lagi mengucapkan kata maaf kepada Cak Imin dan Mahfud MD sembari membungkuk berkali-kali. Saat bersalaman, terlihat Gibran berbisik dengan Mahfud sambil berpelukan.
Dari gerak mulutnya tampak Gibran mengatakan, "Maaf, Pak. Mohon maaf, Pak." Lalu, Mahfud menepuk dan mengelus punggung Gibran, seolah mengatakan untuk tidak membesar-besarkan sesi debat panas yang berlangsung dua jam tadi.
"Nggak apa-apa, nggak apa," tukas Mahfud.
Artikel Terkait
Kata Gibran tentang Pupuk Murah untuk Kesejahteraan Petani dan Reforma Agraria
Fresh Graduate Bisa Melamar: Lowongan Kerja Junior Auditor di PT Kharisma Potensia Indonesia
Alasan Prilly Latuconsina Memilih Dikta Jadi Lawan Main di Bolehkah Sekali Saja Kumenangis
5 Tips Saat Menghadiri Job Fair Agar Kamu Lebih Punya Peluang untuk Diterima Bekerja
Gibran: Energi Terbarukan Kurangi Impor Minyak Bumi Indonesia
Apa Sih Pertanyaan yang Bikin Cak Imin Diisengin Gibran: "Enak Ya, Gus, Jawabnya Sambil Baca Catatan"?
Tokyo Buka Lowongan Warga Negara Asing Jadi Sopir Bus, Ini Syaratnya