Cara Hidup Tanpa Dendam: Kemenangan Tanpa Merendahkan

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 14 Februari 2024 | 00:03 WIB
Prabowo dengan Deddy Corbuzier ( dok: Instagram Deddy Corbuzier)
Prabowo dengan Deddy Corbuzier ( dok: Instagram Deddy Corbuzier)

Pejuangkantoran.com - Kemenangan yang indah adalah kemenangan yang tak menyakiti orang lain. Hal inilah yang menjadi satu prinsip Prabowo Subianto.

Hal tersebut dia sampaikan lantaran menurutnya masih banyak orang yang tidak peduli terhadap orang lain, demi meraih kemenangan/keberhasilan dirinya sendiri. 

"Kadang-kadang, filosofi barat agak beda. Karena yang saya lihat, filosofi barat itu yang penting adalah keberhasilan. It doesn't matter how you win, as long as you win," kata Prabowo.

"Dalam rangka mendapat kemenangan untuk kita, pihak kita, diri kita, keluarga kita, (terkadang) kita menyakiti banyak orang. Ada filosofi jawa, 'Menang tanpo ngasorake'. 'Menang tanpa merendahkan (menyakiti)'. Itulah yang harus kita pegang," tegasnya.

Baca Juga: Prabowo di Podcast Deddy Corbuzier: Indonesia Bisa Mandiri di Bidang Bahan Bakar Minyak

Prabowo menambahkan, dengan menjalankan prinsip itu maka manusia tak akan hidup dalam perasaan dendam pada sesama. 

Hidup ini, katanya, harus memiliki prinsip sebagaimana yang dianut oleh para pendekar dan ksatria. Mereka hidup dengan memegang teguh nilai-nilai kejujuran, keadilan, hingga komitmen untuk membantu pihak-pihak yang lemah serta tertindas.

"Kalau dalam filosofi pendekar, guru-guru saya mengajarkan (kepada saya) tidak boleh punya dendam. Seorang pendekar itu berani. Berani membela kebenaran, keadilan, kejujuran," ungkapnya.

"Membela yang lemah, miskin, dan yang tertindas. Itu ksatria. Membela harus berani, tapi tidak boleh benci dan tidak boleh dendam," pungkas Prabowo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X