Sudah Mau Puasa, Kapan Batas Waktu Ganti Puasa Ramadhan?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 7 Maret 2024 | 21:15 WIB
Begini Doa Buka Puasa Ramadhan Beserta Artinya, Ada Beberapa Versi Sesuai Hadits yang Perlu Dipahami (Freepik)
Begini Doa Buka Puasa Ramadhan Beserta Artinya, Ada Beberapa Versi Sesuai Hadits yang Perlu Dipahami (Freepik)

PejuangKantoran.com - Sudah mau puasa, sudah bayar utang puasa Ramadhan lalu? Jangan lupa kapan batas waktu ganti puasa ramadhan ya. 

Kapan si batas waktu ganti puasa Ramadhan? 

Agar tak kelewatan batas waktunya, cek dulu batas waktu ganti puasa Ramadhan atau puasa qadha. 

Bulan Sya’ban merupakan waktu terakhir mengqadha puasa sebelum Ramadhan tiba. Bagi yang masih punya utang puasa diperintahkan untuk segera melunasinya dengan cara qadha puasa atau membayar fidyah karena puasa Ramadhan wajib untuk dilaksanakan.

Lantas, kapan batas waktu mengganti utang puasa di bulan Sya’ban?

Baca Juga: Ismaya Group Buka Lowongan Pekerjaan Sebagai Marketing Manager

Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Alhafiz Kurniawan menjelaskan bahwa tidak ada batas waktu mengganti utang puasa Ramadhan di bulan Sya’ban.

Hal ini berlaku untuk orang-orang yang membatalkan puasa karena ada uzur, seperti sakit, dan hal-hal lain sehingga harus mengganti di bulan lain.

“Boleh mengqadha puasa hingga akhir bulan Sya’ban,” kata Hafiz.  

Hal ini berarti batas waktu mengganti utang puasa Ramadan tahun 2023 paling lambat 11 Maret 2024.

Baca Juga: Dibuat Spesial, Berapa Harga Jam Tangan Mewah Anak Crazy Rich India Anant Ambani yang Bikin Mark Zuckerberg Terpesona ?

Akan tetapi, kata Hafiz, sebagian ulama megharamkan mengqadha puasa setelah lewat Nisfu Sya’ban sebagai antisipasi masuknya bulan Ramadhan.

Ia menjelaskan bagi orang yang membatalkan puasanya demi orang lain seperti ibu menyusui atau ibu hamil; dan orang yang menunda qadha puasanya karena kelalaian hingga Ramadhan tahun berikutnya tiba mendapat beban tambahan.

“Keduanya diwajibkan membayar fidyah di samping mengqadha puasa yang pernah ditinggalkannya,” kata Hafiz.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X