Merenungkan Kisah Sengsara Yesus Kristus Melalui Jalan Salib

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 8 Maret 2024 | 20:29 WIB
Apa makna jalan salib buat Anda? (Freepik)
Apa makna jalan salib buat Anda? (Freepik)

PejuangKantoran.com - Setiap hari Jumat selama masa Prapaskah, umat Katolik memperingati Jalan Salib.

Jalan Salib adalah salah satu bentuk doa atau devosi yang berpusat pada permenungan akan sengsara dan wafat Kristus.

Bagaimana sejarah Jalan Salib?

Baca Juga: Keuntungan Relokasi Karyawan Bikin Kamu Nggak Ragu Lagi untuk Pindah Lokasi Pekerjaan

Devosi Jalan Salib telah berakar lama dalam Gereja Katolik. Tradisi ini diawali dengan tradisi para peziarah yang mengunjungi Yerusalem. Sejak abad keempat, di zaman Kaisar Konstantin, para peziarah telah mempunyai tradisi berdoa merenungkan sengsara Yesus melalui jalan yang sekarang dikenal dengan Via Dolorosa.

Tradisi menyebutkan bahwa setiap hari setelah wafat Kristus, Bunda Maria mengunjungi rute perjalanan sengsara Puteranya, dari tempat-Nya menerima hukuman mati sampai ke Golgota.

Jumlah stasiun yang awalnya diamati di Yerusalem jauh lebih kecil dari 14 stasiun. Pada awal abad ke-16, Jalan Salib didirikan di Eropa, dan tradisi 14 stasiun mungkin berasal dari stasiun yang paling terkenal, yaitu di Leuven (1505) . 

 Namun secara lebih meluas, tradisi Jalan Salib berkembang pesat setelah beberapa tempat di Yerusalem dipercayakan kepada ordo Fransiskan di tahun 1342 dan menyiapkan 14 perhentian kisah sengsara Yesus. 

Setelah itu dikenal beberapa versi Jalan Salib. Selain Via Dolorosa, stasiun tradisional baru-baru ini dilengkapi dengan Via Lucis (Jalan Cahaya), di mana meditasi berfokus pada kebangkitan Kristus.

Baca Juga: Presiden Palestina Mahmoud Abbas: Prabowo Sukses Meraih Kepercayaan Saudara-saudara Se-Indonesia

Seiring dengan perkembangan waktu, banyak Bapa Paus yang menganjurkan Doa Jalan Salib, karena ini merupakan cara doa yang paling mudah untuk menghayati kisah sengsara Yesus dan pengorbanan-Nya di kayu salib.

Gambar-gambar tersebut biasanya dipasang di dinding bagian dalam gereja atau kapel, tetapi juga dapat dipasang di tempat-tempat seperti kuburan, koridor rumah sakit dan rumah keagamaan, atau di lereng gunung.

Setiap perhentian biasanya dikunjungi dengan beberapa variasi doa “Kami memujamu, ya Kristus, dan kami memberkatimu. Karena melalui salib suci-Mu engkau telah menebus dunia” dan dengan bacaan dari bagian Kitab Suci yang relevan.

Baik Santo Fransiskus dari Assisi maupun Santo Alphonso Maria de' Liguori menulis panduan devosional untuk Jalan Salib yang masih populer.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Britanica.com, katolisitas.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X