PejuangKantoran.com - Tak bisa dipungkiri bahwa kehadiran teknologi AI adalah nyata. Setelah Cognition Labs meluncurkan Devin, software engineer AI pertama di dunia, kini situs web tren tenaga kerja dan perekrutan Bloomberry melaporkan pekerjaan yang paling mungkin digantikan oleh AI.
Laporan ini dibuat berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti Bloomberry, Henley Wing Chiu, di mana ia mengamati lima juta titik data untuk melihat lowongan pekerjaan freelance yang menurun akibat AI, dan pekerjaan yang paling mungkin digantikan oleh AI.
Chiu mengambil 12 kategori pekerjaan freelance terpopuler di Upwork, situs web yang menjadi pusat pekerja lepas. Ia melacak bagaimana postingan di web tersebut berubah dari 30 hari sebelum debut publik ChatGPT hingga Februari 2024.
Chiu mendapati, sebagian besar kategori pekerjaan menunjukkan peningkatan jumlah lowongan, kecuali tiga: penulisan, penerjemahan, dan layanan pelanggan (customer service).
Lowongan pekerjaan menulis turun 33%, pekerjaan penerjemahan turun 19%, dan pekerjaan layanan pelanggan turun 16%, demikian catatan dari 1 November 2022 hingga 14 Februari 2024.
"Saya sudah menduga bahwa pekerjaan menulis akan berkurang, karena ini mungkin merupakan kasus penggunaan ChatGPT yang paling populer.
Baca Juga: Mayor Teddy Diangkat Jadi Wadanyonif, Apa Itu Batalyon Infanteri Para Raider 328/Dirgahayu?
“Hal ini tercermin dari penurunan pekerjaan menulis sebesar -33%," tulis Chiu, yang juga salah satu pendiri platform pemasaran konten BuzzSumo.
Dia menjelaskan bahwa penurunan pekerjaan customer service juga tidak mengherankan karena munculnya chatbot layanan pelanggan AI.
Hampir semua kategori lainnya mengalami peningkatan lowongan pekerjaan, di mana pekerjaan pengeditan/produksi video naik paling tinggi sebesar 39%.
Lowongan pekerjaan freelance untuk desain grafis, desain web, akuntansi, penjualan, dan pengembangan web juga meningkat.
Baca Juga: Dengan Food Prep, Karina Nadila Nggak Ribet Saat Menyiapkan Menu Sahur dan Berbuka Di Sela Kerja
Chiu menyatakan dalam laporannya bahwa ia memutuskan untuk menganalisis pekerjaan freelance, bukan pekerjaan penuh waktu atau paruh waktu, karena pasar freelance adalah yang paling mungkin untuk melihat dampak AI terlebih dahulu.
Dia menjelaskan, alat bantu AI generatif saat ini sudah cukup baik untuk menggantikan tugas-tugas menulis, tetapi belum setara dengan hasil yang berkualitas dalam tugas-tugas seperti membuat gambar atau video.
Artikel Terkait
Praktisi Humas Renny Rengganis Ditunjuk sebagai Direktur Mutant Communications Indonesia
Mengapa Pewawancara Bertanya “Di Mana Kamu Melihat Diri Kamu dalam Lima Tahun Ke Depan”?
Billie Eilish dan Sejumlah Selebriti Kenakan Pin Merah di Academy Award untuk Mendukung Palestina
Cara Menjawab Pertanyaan “Di Mana Kamu Melihat Diri Kamu Dalam Lima Tahun Ke Depan?"
Devin, Software Engineer AI Pertama di Dunia yang Bisa Membangun Situs Web Hanya dari Single Prompt
Dua Hati Biru, "Utang" Para Pembuat Film tentang Kelanjutan Kisah Bima dan Dara di Dua Garis Biru
Software Engineer Bisa Bekerja di Hampir Semua Industri, Cek Tugas-tugas Hariannya!