Tuntutan Work Life Balance atau WLB Lebih Terlihat pada 2 Generasi Ini

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Kamis, 21 Maret 2024 | 14:36 WIB
Ilustrasi Work Life Balance
Ilustrasi Work Life Balance

PejuangKantoran.com - Di dalam industri kerja, terbukti tuntutan Work Life Balance atau WLB lebih kentara ketimbang pada dekade sebelumnya.

WLB bisa diartikan secara harafiah atau sederhana yakni keseimbangan dalam bekerja setara dengan menikmati hidup sebagai pekerja kantoran.

Glints dalam surveinya mencatat patokan pada tingkat kebutuhan dan persaingan antara sesama pekerja kantoran membuat seseorang bekerja keras demi hasil maksimal.

Dampak bekerja keras semacam itu, acap memunculkan stres dan penyakit di kalangan pekerja kantoran.

"Alasan seperti itulah yang membuat pekerja kantoran makin mementingkan Work Life Balance atau WLB," kata Glints.

Di dunia kerja saat ini, kata riset Pew Research terlihat bahwa dua generasi lebih mementingkan WLB dalam diri pekerja kantoran.

"Pada intinya, Work Life Balance adalah kondisi pekerja kantoran bisa menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab lainnya," kata riset itu.

Para ahli juga berpesan, pencapaian WLB yang baik justru membuat pekerja kantoran lebih produktif.

Gen Z

Untuk para pimpinan kantor, Generasi Z adalah generasi yang mendominasi jumlah anak buah atau karyawan di kantor Anda.

Sebagai seorang pimpinan kantor, catatan survei dari Indeed menginformasikan cara cara kepemimpinan agar Generasi Z atau Gen Z betah bekerja di kantor.

Salah satu ciri khas Generasi Z adalah memerlukan pimpinan kantor yang memberi dukungan dalam pekerjaan.

Lantas, pimpinan kantor yang menjadi pilihan ideal bagi Generasi Z adalah pimpinan yang responsif dan melakukan umpan balik secara real time, misalnya melalui media sosial.

Akan tetapi, meski mendominasi jumlah angkatan kerja global, rupanya Generasi Z atau Gen Z belum pernah jadi pimpinan perusahaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X