Benarkah LinkedIn Bisa Jadi Platform Cari Jodoh Baru?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 20 Juni 2024 | 20:24 WIB
LinkedIn jadi ajang cari jodoh baru? (Unsplash/Souvik Banerjee)
LinkedIn jadi ajang cari jodoh baru? (Unsplash/Souvik Banerjee)

Survei tersebut menanyai 1.049 perempuan pengguna LinkedIn di AS, dan menemukan bahwa 91 persen pernah menerima pesan romantis atau tidak pantas secara seksual setidaknya satu kali. Hampir seperempatnya melaporkan menerima pesan seperti itu setiap hari atau dua hari sekali.

Baca Juga: Banyak yang Mau Kerja di Amerika, Tapi Hati-hati, Kota Ini Ternyata Jadi Kota Terburuk untuk Memulai Karier

Sebagian besar mengatakan bahwa pesan seperti itu juga tidak diterima, karena lebih dari 43 persen mengatakan bahwa mereka telah melaporkan rayuan romantis yang tidak diinginkan ke situs tersebut beberapa kali.

Ada juga ruang online tak terduga lainnya yang juga dicari orang. Misalnya, jejaring sosial olahraga Strava, dengan 100 juta pengguna di seluruh dunia yang merekam aktivitas mulai dari berlari hingga berenang, kini digunakan sebagai ruang untuk berkencan. Secara mengejutkan, Strava mengumumkan kolaborasi dengan aplikasi kencan Bumble untuk "rangkaian acara musim panas".

Meskipun ada kisah hubungan lain yang dimulai dari aplikasi pembelajaran bahasa Duolingo. Amanda dan Rob menikah pada tahun 2022 berkat pertemuan melalui aplikasi pembelajaran bahasa. Semuanya bermula ketika Amanda mulai menerima pemberitahuan dari seseorang yang memberi selamat padanya atas pukulan Duolingo-nya, dan tak lama kemudian percintaan pun berkembang.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Newsweek

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X