1 dari 4 Karyawan Milenial Pilih Resign Jika Ada Permintaan dari Atasan Di Luar Jam Kerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 23 Juni 2024 | 09:34 WIB
Ilustrasi: Lebih dari 60% karyawan milenial akan mempertimbangkan untuk resign daripada diminta bekerja di akhir pekan. (Freepik/Benzoix)
Ilustrasi: Lebih dari 60% karyawan milenial akan mempertimbangkan untuk resign daripada diminta bekerja di akhir pekan. (Freepik/Benzoix)

“Saya rasa saya lebih suka mengetahui sesuatu daripada tidak mengetahui sesuatu,” jelasnya, sambil menambahkan bahwa ponselnya selalu berada dalam jangkauan sejak dia bangun tidur.

"Saya tidak suka jika melewatkan sesuatu, tidak menyadari sesuatu, atau menjadi tone-deaf, tau nggak?"

Bagi para CEO, bekerja di akhir pekan sudah menjadi satu paket. Jonathan Recanati, founder dan CEO Farmer J, jaringan fast-food di London, mengatakan bahwa ia tidak pernah mengaktifkan out-of-office auto-reply bahkan saat sedang berbulan madu.

Baca Juga: Indonesia Punya Hari Libur Nasional Terbanyak di Asia Tenggara, Cek Sisa Cuti Bersama Tahun Ini!

“Kalau saya menonaktifkannya, pada dasarnya saya tidak mengejar tujuan saya,” katanya. “Tetapi kalau kamu menikmati saat melakukannya, rasanya tidak seperti sedang bekerja kok.”

Sebagai perbandingan, terlalu banyak telepon di akhir pekan dari atasan akan mendorong lebih dari separuh karyawan berpenghasilan antara £80.000 hingga £99.999 (Rp1,6 miliar hingga Rp2 miliar) per tahun untuk resign.

Kesediaan karyawan untuk berhenti dari pekerjaan karena diminta bekerja di akhir pekan umumnya menurun seiring dengan menurunnya gaji.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X