“Saya rasa saya lebih suka mengetahui sesuatu daripada tidak mengetahui sesuatu,” jelasnya, sambil menambahkan bahwa ponselnya selalu berada dalam jangkauan sejak dia bangun tidur.
"Saya tidak suka jika melewatkan sesuatu, tidak menyadari sesuatu, atau menjadi tone-deaf, tau nggak?"
Bagi para CEO, bekerja di akhir pekan sudah menjadi satu paket. Jonathan Recanati, founder dan CEO Farmer J, jaringan fast-food di London, mengatakan bahwa ia tidak pernah mengaktifkan out-of-office auto-reply bahkan saat sedang berbulan madu.
Baca Juga: Indonesia Punya Hari Libur Nasional Terbanyak di Asia Tenggara, Cek Sisa Cuti Bersama Tahun Ini!
“Kalau saya menonaktifkannya, pada dasarnya saya tidak mengejar tujuan saya,” katanya. “Tetapi kalau kamu menikmati saat melakukannya, rasanya tidak seperti sedang bekerja kok.”
Sebagai perbandingan, terlalu banyak telepon di akhir pekan dari atasan akan mendorong lebih dari separuh karyawan berpenghasilan antara £80.000 hingga £99.999 (Rp1,6 miliar hingga Rp2 miliar) per tahun untuk resign.
Kesediaan karyawan untuk berhenti dari pekerjaan karena diminta bekerja di akhir pekan umumnya menurun seiring dengan menurunnya gaji.
Artikel Terkait
Rose Blackpink Didapuk Jadi Brand Ambassador Puma
Bruno Mars Konser di Jakarta 13-14 September 2024
Setelah di Sinetron dan Layar Lebar, Keluarga Cemara Kini Diangkat Jadi Teater Musikal
Muncul di Rolling Stone, Niki Zefanya Beberkan Pahitnya Cinta dalam Single Kedua Blue Moon
TransJakarta Rute ke Bandara Soekarno-Hatta Melayani Penumpang hingga Pukul 24.00
Tantangan Uwais Team Garap Adegan Fighting "Marni: The Story of Wewe Gombel" Tampak Natural
Flip Menawarkan Posisi Business Development Specialist, Bisa Bekerja secara Hybrid