PejuangKantoran.com - Sebagai buntut dari masalah hacker terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengundurkan diri.
Hal ini dilakukannya sebagai bentuk tanggung jawab moral atas terjadinya gangguan siber tersebut.
"Saya menyatakan bahwa per tanggal 1 Juli kemarin saya sudah mengajukan pengunduran diri saya secara lisan dan suratnya sudah saya serahkan kemarin kepada Menteri Kominfo," ujar Semuel di Jakarta, Kamis.
Pengunduran dirinya ini didasarkan pada alasan bahwa dirinya merasa tak bisa mengemban tanggung jawab sebagai Dirjen Aptika dengan baik. Termasuk soal insiden hacker PDNS 2 yang menjadi tanggung jawabnya.
Baca Juga: 5 Gangguan yang Menyebabkan 60% Karyawan Sulit Bekerja selama 30 Menit tanpa Kehilangan Fokus
"Saya mengambil tanggung jawab ini secara moral dan saya menyatakan harusnya selesai di saya. Karena ini adalah masalah yang harusnya saya tangani dengan baik," ujar Semuel.
Semuel telah menjabat sebagai Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (APTIKA) Kemenkominfo sejak 2016-2024.
Beberapa waktu lalu terjadi serangan siber ransomware Brain Cipher pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya, Jawa Timur.
Serangan siber itu melumpuhkan banyak layanan publik dan yang paling terdampak ialah layanan keimigrasian pada Kamis (20/6).
Baca Juga: 3 Skema Pemindahan ASN ke IKN, Ada Rekrutmen 40.021 Formasi CPNS di Pusat untuk Penempatan IKN
Artikel Terkait
Sukses Operasi Cidera Kaki, Prabowo: Akibat Dua Kali Kecelakaan Terjun Payung Saat Bertugas di TNI
Mulai 1 Juli, Masyarakat Harus Punya BPJS Kesehatan untuk Mengurus dan Memperpanjang SIM
Perempuan Disabilitas Asal Prancis Gugat Kantornya Karena Terima Gaji Tapi Tak Diberi Pekerjaan
Ngenes, Jakarta Peringkat Ketiga dalam Daftar Kota Paling Tidak Nyaman di Dunia
Mulai 1 Juli, Biaya Visa untuk Pelajar Internasional di Australia Naik Dua Kali Lipat
Star Alliance dinobatkan sebagai Aliansi Maskapai Penerbangan Terbaik Dunia
Anak Perusahaan Christian Dior Di Italia Dituduh Mengeksploitasi Tenaga Kerja Ilegal dari China
Ternyata, Tas Dior Seharga Ratusan Juta Rupiah Itu Ongkos Produksinya Tak Sampai Rp1 Juta
Inovasi Tiada Henti, Tekad Promedia Teknologi dalam Peringatan Ulang Tahun Ketiganya
3 Skema Pemindahan ASN ke IKN, Ada Rekrutmen 40.021 Formasi CPNS di Pusat untuk Penempatan IKN