Brad Lightcap, Chief Operating Officer OpenAI, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen atas kerja sama Condé Nast dan dan OpenAI, serta penerbit berita lainnya.
“Hal ini untuk memastikan bahwa seiring dengan peran AI yang lebih besar dalam penemuan dan penyampaian berita, AI tetap menjaga keakuratan, integritas, dan rasa hormat terhadap pelaporan yang berkualitas,” paparnya.
Dalam email yang dilaporkan oleh New York Times, Roger Lynch juga mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan menutupi sebagian pendapatan yang diperoleh perusahaan teknologi dari penerbit dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Selain Reza Rahardian, Selebritas Ini Juga Muncul Di Panggung Demonstrasi Mengawal Keputusan MK
“AI generatif dengan cepat mengubah cara khalayak menemukan informasi. Sangat penting bagi kami untuk menjangkau audiens di tempat mereka dapat menggunakan teknologi baru sekaligus memastikan atribusi dan kompensasi yang tepat atas penggunaan kekayaan intelektual kami,” ujarnya.
Namun, tidak semua perusahaan media menganggap kesepakatan semacam itu menguntungkan. Banyak pula yang mengambil langkah yang berlawanan.
The New York Times dan The Intercept telah menggugat OpenAI karena menggunakan artikel mereka. Litigasi masih berlangsung hingga saat ini.
Artikel Terkait
KLHK Buka Seleksi CPNS 2024 dengan 3.066 Formasi
Kemenkeu Buka Lowongan CPNS, Terbuka untuk Disabilitas dan Putra-Putri Daerah
Lowongan CPNS Kemenkeu 2024 Dibuka, Ini Syaratnya!
Erina Gudono Disebut Bau Ketek, Apa Saja Sebenarnya Penyebab Bau Ketek?
Jadi Ustaz Muda di Azzamine, Arbani Yasiz Bingung Harus Berakting tanpa Melihat Wajah Lawan Main
Stres Kerja Ternyata Juga Bisa Jadi Penyebab Bau Ketiak Lho!
Berbagai Macam Peringatan Darurat yang Wajib Kamu Tahu