Perempuan Ini Minta Staf Louis Vuitton Menghitung Uang Tunai Rp1,3 Miliar selama 2 Jam, Lalu Pergi

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 27 Agustus 2024 | 10:31 WIB
Staf Louis Vuitton dikerjain seorang pengunjung dengan menghitung uang tunai Rp1,3 miliar selama dua jam. Mengapa? (Unsplash/Cody Gallo)
Staf Louis Vuitton dikerjain seorang pengunjung dengan menghitung uang tunai Rp1,3 miliar selama dua jam. Mengapa? (Unsplash/Cody Gallo)

PejuangKantoran.com - Pernah dengar cerita-cerita bahwa orang kaya sering bepergian dengan pakaian lusuh dan tas kresek yang ternyata berisi uang tunai ratusan juta?

Nah, kisah ini pun menjadi pelajaran bagi kita semua agar tidak menilai seseorang dari penampilannya, serta selalu memperlakukan nasabah atau pelanggan kita dengan cara yang terhormat.

Seorang perempuan di China membuat staf di butik Louis Vuitton menghitung uang tunai 600.000 yuan (sekitar Rp1,3 miliar) selama dua jam.

Baca Juga: Sukuk Ritel SR021 Sudah Bisa Dipesan, Kuponnya Jadi yang Tertinggi Terakhir di Tahun Ini!

Setelah penghitungan uang selesai, perempuan itu melenggang pergi tanpa membeli apa-apa, termasuk barang yang semula dia pilih.

Aksi tersebut rupanya menjadi balas dendamnya, karena perempuan itu menerima perlakuan buruk yang diterimanya selama kunjungannya ke toko tersebut sebelumnya.

Rupanya ia merasa diabaikan dan tidak dihormati oleh staf penjualan butik Louis Vuitton.

Insiden itu terjadi di pusat perbelanjaan StarLight Place di Chongqing, China, tempat perempuan itu awalnya berkunjung untuk berbelanja pakaian pada bulan Juni.

Ia menuduh bahwa staf memperlakukannya dengan acuh tak acuh, mengabaikan permintaannya, menunjukkan barang-barang yang sudah ketinggalan zaman, dan menunjukkan ketidaksabaran saat melayaninya.

Pembeli yang tak menyebutkan namanya itu menulis tentang kisahnya di platform media sosial Tiongkok Xiaohongshu. Ia juga mengklaim staf mengabaikannya ketika ia meminta air minum.

Baca Juga: BMG Music Menunjuk Celine Joshua sebagai Wakil Presiden Eksekutif Pemasaran Global

Setelah meninggalkan toko dengan kesal, ia mencoba mengajukan keluhan ke kantor pusat merek mewah tersebut tetapi tidak mendapat tanggapan.

Menurut South China Morning Post, perempuan itu menyimpan dendam selama dua bulan sebelum menyusun rencana balas dendam dan kembali ke gerai itu dengan sekantong uang tunai.

Ditemani asisten dan temannya, mereka mencoba pakaian, mengaku berniat membelinya, dan menyerahkan uang tunai itu kepada staf penjualan.

Para staf harus menghabiskan waktu dua jam untuk menghitung uang kertas tersebut. Setelah staf selesai menghitung, ternyata perempuan itu mengatakan bahwa dia berubah pikiran dan tidak ingin membeli sama sekali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: NDTV

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X