Pejuangkantoran.com Rupiah ditutup menguat ke Rp 15.239 per Dollar Amerika, Kamis (19/09) sore. Ini penguatan rupiah terbaik sejak Agustus 2024.
Penguatan sebesar 0,63% ini tercatat menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia. Di antara mata uang lain di Asia, penutupan pukul 15:00 WIB pada tanggal 19 September 2024 ini rupiah menjadi yang terbaik.
Secara umum, mayoritas mata uang Asia menguat.
Baht Thailand berada satu level di bawah rupiah naik 0,54%. Peso Filipina yang sudah ditutup menanjak 0,22%. Ringgit Malaysia yang terangkat 0,19%.
Penguatan dengan prosentase yang sama dengan Ringgit, terjadi pada dolar Singapura yaitu 0,19%.
Dari daratan Asia, Yuan China terapresiasi sekitar 0,16%. Rupee India pun naik 0,15%. Lalu ada dolar Taiwan yang sudah ditutup menanjak 0,14%.
Semenara itu, dolar Hongkong hanya menguat tipis di 0,01% terhadap the greenback pada sore ini.
Yang menyedihkan, Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup koreksi 0,31%. Diikuti, Yen Jepang juga melemah di 0,13%.
Baca Juga: 5 Hal Yang Harus Kamu Kerjakan Agar Nilau Rupiah Terus Menguat
Faktor Internal dan Eksternal
Penguatan rupiah ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) mengambil langkah berani. BI memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,00% pada Rabu (18/09/2024).
Keputusan ini dinilai sebagai langkah antisipatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Seperti diketahui, terdapat tanda-tanda pelemahan beberapa indikator ekonomi.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong perbankan untuk menyesuaikan suku bunga mereka. Dengan demikian dapat meningkatkan permintaan kredit dan mempercepat pemulihan ekonomi di masa transisi pemerintahan.
Sentimen positif juga datang tak hanya dari internal Indonesia, namun juga dari eksternal.