Soal Kesehatan Mental Karyawan, Dukungan Atasan Cukup Sebatas Dampak Masalah pada Pekerjaan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 2 November 2024 | 16:22 WIB
Ilustrasi: Sejauh apa atasan bisa memberikan dukungan pada karyawan terkait kesehatan mentalnya? (Pexels/Khwanchai Phanthong)
Ilustrasi: Sejauh apa atasan bisa memberikan dukungan pada karyawan terkait kesehatan mentalnya? (Pexels/Khwanchai Phanthong)

Sayangnya, jika atasan tidak bisa menyeimbangkan antara tanggung jawab dan mendukung kesehatan mental masing-masing karyawan, ini bisa menjadi pemicu stres utama mereka.

Apa yang harus dilakukan atasan?

Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan manajer adalah mengurus masalah kesehatan mental karyawan yang berhubungan dengan kinerjanya, bukan yang terjadi di luar tempat kerja.

Baca Juga: Naik Tranportasi Umum pun Butuh Etika untuk Kenyamanan Bersama. Berikut Ini Daftarnya!

Alison bilang, bukan berarti karyawan tak boleh berbagi tentang perseteruan keluarga atau masalah beda agama dengan pasangan dengan atasannya.

Namun, atasan harus lebih berfokus pada dampak masalah tersebut terhadap pekerjaan mereka. Dukungan yang diberikan pun sebaiknya yang dibutuhkan karyawan agar dapat melakukan pekerjaannya dengan lebih baik.

Ini juga merupakan bagian dari batasan profesional mengenai berapa banyak masalah pribadi yang harus diungkapkan pada atasan.

Courtney Council, konselor kesehatan mental berlisensi, mengatakan bahwa manajer harus bisa memberitahu karyawan bahwa ada masalah yang hanya bisa ditangani oleh profesional dan membantu mengarahkannya ke sumber daya yang tersedia.

Baca Juga: Breadcrumbing dalam Dunia Kerja, Ketika Kamu Diberikan Janji Palsu yang Tak Pernah Terwujud

Mendengarkan adalah hal terpenting

Courtney menyebut bahwa mendengarkan adalah hal terpenting yang dapat dilakukan atasan untuk karyawannya.

"Dengarkan saja apa yang dikatakan karyawan untuk memastikan bahwa manajer telah memahami semua yang dibicarakan," katanya.

Jangan sungkan untuk sedikit berbagi tentang diri sendiri untuk menunjukkan empati dan pemahaman manajer tentang masalah yang dihadapi karyawan. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Worklife

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X