PejuangKantoran.com - Sudah bukan cerita baru kalau kita sering digantung berminggu-minggu tanpa kabar setelah mengirim lamaran pekerjaan atau bahkan setelah interview. Rasanya kesal banget, kan?
Baru-baru ini, Gi Group, salah satu perusahaan rekrutmen dan HR terkemuka di Inggris, membuat survei menarik yang melibatkan lebih dari 1.000 pekerja lepasan (temporary workers).
Dari survei tersebut, terungkap satu aturan tidak tertulis yang disepakati hampir semua generasi dalam proses rekrutmen, yaitu "aturan satu minggu". Apa maksudnya?
Baca Juga: Kapan Sebaiknya Nggak Maksa Melamar Pekerjaan yang Nggak Sesuai Kualifikasi Kamu?
Jadi, para pelamar umumnya berharap sudah mendapat kabar dari HRD maksimal satu minggu setelah mengirimkan lamaran. Mau hasilnya diterima atau ditolak, intinya mereka butuh kejelasan dengan cepat.
Hal itu diungkap oleh 79% anak muda usia 18–24 tahun, dan 86% pekerja senior di usia 45–54 tahun. Selain itu, selama ini kita sering mengira anak muda (terutama Gen Z) adalah tipe yang serba instan dan tidak sabaran. Tapi data justru membeberkan sebaliknya.
Hanya sekitar 9% anak muda usia 18–24 tahun yang menuntut balasan instan di hari yang sama saat melamar. Sementara di kelompok usia 45–54 tahun, jumlah yang ingin balasannya supercepat malah menyentuh angka 14%.
Jadi, ternyata generasi senior justru jauh lebih tidak sabaran dibanding juniornya kalau urusan mencari kerja. Kebayang, kan?
Persaingan mendapat karyawan terbaik
Kondisi ini makin penting jika mengingat situasi pasar kerja di Inggris per pertengahan tahun 2026 ini. Berdasarkan data dari Office for National Statistics (ONS), jumlah lowongan kerja turun ke angka 707.000 untuk periode Maret sampai Mei 2026. Ini adalah level terendah sejak awal tahun 2021.
Baca Juga: Nggak Sepenuhnya Qualified untuk Lowongan yang Kamu Minati? Begini Cara Bikin Kamu Lebih Standout!
Di sisi lain, jumlah anak muda yang tidak sekolah dan tidak bekerja (Not in Employment, Education, or Training/NEET) malah melonjak sebesar 89.000 orang dibanding tahun lalu.
Sementara itu, banyak karyawan senior yang masih bertahan di kantor, sehingga persaingan memperebutkan satu posisi lowong pun jadi makin ketat. Sudah situasi persaingannya ketat, respons dari rekruter juga lambat, sehingga suasana ketidakpastian makin terasa.
Padahal, makin cepat membalas lamaran pekerjaan, perusahaan juga punya peluang mendapat talenta terbaik.
"Kecepatan membalas (lamaran pekerjaan) itu sangat memengaruhi kualitas kandidat yang didapat. Kandidat terbaik, tidak peduli berapa pun usianya, biasanya sudah diambil perusahaan lain dalam hitungan hari, bukan minggu," jelas Andy Carpenter, Managing Director Gi Group untuk wilayah Inggris dan Irlandia.
Artikel Terkait
98% Perusahaan Kini Lebih Utamakan Skill Saat Rekrut Karyawan, Bukan dari IPK
Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Buka Lowongan Kerja 2026, Dibutuhkan Sekretaris Bagian Politik
Era Serba Digital, Namun Ternyata Bolpoin Masih Sangat Diperlukan untuk Kerja Terutama di Tugas Penting Berikut!
Diminta Perusahaan Ikut Brainstorming? Siapkan 10 Hal Berikut Ini Agar Punya Kontribusi yang Berarti!
Eks Gitaris Efek Rumah Kaca Reza Ryan Buka Lembaran Baru Lewat Proyek Solo Kantusfirmus
Viral! Ikat Rambut Erling Haaland Ternyata Berasal dari Korea, Ini 5 Faktanya
Lagi On Fire Latihan Lari? Jangan Lakukan Setiap Hari, Sisipkan Sesi Recovery Karena Sangat Penting Bagi Performa Kamu!