Waspada Penipuan yang Meminta Klik Captcha Palsu 'I'm Not A Robot' di Iklan Web!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 9 November 2024 | 18:16 WIB
Ilustrasi: Hati-hati dengan modus penipuan yang meminta mengklik Captcha palsu, bisa-bisa rekening tabunganmu dikuras habis.
Ilustrasi: Hati-hati dengan modus penipuan yang meminta mengklik Captcha palsu, bisa-bisa rekening tabunganmu dikuras habis.

PejuangKantoran.com - Pengguna PC Windows harap berhati-hati. Sekarang penipu menargetkan serangan siber yang memanfaatkan iklan web berbahaya.

Baru-baru ini, para peneliti dari Kaspersky memaparkan maraknya penipuan yang terjadi saat pengguna sedang browsing, lalu tanpa sadar mengklik iklan yang menutupi seluruh layar hingga membuat konten tak terlihat.

Vasily Kolesnikov, pakar keamanan di Kaspersky, menjelaskan bahwa para penipu membeli beberapa slot iklan dan berharap pengguna internet melihat iklan ini, lalu mengkliknya sehingga diarahkan ke situs berbahaya.

Baca Juga: Cara Mengaktifkan Fitur Limit Transaksi Kartu Debit Di Aplikasi Mobile Banking BRI

Modus penipuan baru ini melibatkan jaringan distribusi yang luas dan skenario serangan baru untuk menjangkau lebih banyak korban," jelasnya, seperti dikutip CNBC Indonesia.

Apa akibat dari modus penipuan ini?

Jika mengklik iklan penipuan tersebut, kamu akan diarahkan ke halaman Captcha palsu dan pesan kesalahan Chrome palsu.

Ini bertujuan untuk mengelabui pengguna agar mengunduh malware berbahaya yang dikenal sebagai stealer.

Captcha adalah fitur keamanan yang digunakan di situs web dan aplikasi untuk memverifikasi apakah pengguna adalah manusia atau program atau bot otomatis.

Saat kamu mengklik tombol atau pilihan "I'm not a robot" atau "saya bukan robot", skrip berbahaya akan disalin ke clipboard para penipu dan menempelnya ke terminal, lalu akhirnya mengunduh dan meluncurkan trojan seperti Lumma.

Baca Juga: Jangan Buka Tagihan Pajak dengan File APK, BRI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terkecoh

Malware ini dirancang untuk mencuri informasi sensitif seperti aset kripto, cookie, dan data pengelola kata sandi.

Bahkan, screenshot juga bisa diambil oleh malware ini sehingga bisa memperoleh kredensial untuk layanan akses jarak jauh dan mengontrol perangkat korban dengan mengunduh alat akses jarak jauh.

Inilah yang membuat kamu harus lebih berhati-hati dan berpikir kritis sebelum mengikuti perintah mencurigakan yang dilihat di internet.

Jangan asal ikuti perintah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X