PejuangKantoran.com - Kabar gembira untuk pemburu visa kerja di Australia. Negara tersebut sekarang telah meluncurkan program Visa Skills in Demand (SID) yang baru dengan tiga jenis keterampilan.
Mulai efektif pada 7 Desember 2024, pengganti visa Temporary Skills Shortage (TSS) ini menawarkan berbagai jalur bagi pekerja terampil untuk tinggal dan bekerja di Australia.
Tiga jenis keterampilan dalam fitur utama di Program Visa SID adalah:
- Jalur Keterampilan Spesialis: Dirancang untuk mendorong inovasi dan penciptaan lapangan kerja.
- Jalur Keterampilan Penting: Menggantikan aliran Perjanjian Tenaga Kerja dan saat ini sedang dalam pengembangan.
- Jalur Keterampilan Inti: Aliran yang paling umum digunakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang ditargetkan.
Menurut Departemen Dalam Negeri Australia, Visa SID baru ini menawarkan peningkatan fleksibilitas dan jalur yang efisien menuju tempat tinggal permanen bagi pekerja terampil.
Pemegang visa dapat melakukan perjalanan menuju Australia dan pulang ke negara asal dalam beberapa kali selama masa berlaku visa.
Baca Juga: Lakukan 10 Gerakan Pemanasan Berikut Ini Sebelum Kamu Lari
Selain itu, persyaratan pengalaman kerja juga telah dikurangi menjadi satu tahun sehingga memudahkan pekerja terampil untuk mengajukan izin tinggal permanen.
Daftar Pekerjaan Keterampilan Inti yang baru
Selain itu, Departemen Dalam Negeri Australia juga telah merilis Daftar Pekerjaan Keterampilan Inti atau Core Skills Occupation List (CSOL) yang baru. Tujuannya adalah untuk merampingkan proses migrasi terampil.
Berlaku untuk Jalur Keterampilan Inti dari Visa SID, daftar ini mencakup lebih dari 450 pekerjaan di berbagai sektor, termasuk perawatan kesehatan, teknologi, konstruksi, dan banyak lagi.
Agar memenuhi syarat untuk Jalur Keterampilan Inti, kamu harus memenuhi ambang batas gaji tertentu, mulai dari AUD70.000 – AUD135.000 atau sekitar Rp715 juta – Rp1,37 miliar.
Bagi kamu yang berpenghasilan di atas AUD135.000, mungkin memenuhi syarat untuk Jalur Keterampilan Spesialis.
Pendekatan yang disederhanakan ini bertujuan untuk menarik pekerja terampil dan mengatasi kekurangan tenaga kerja di industri utama.
Artikel Terkait
Penerapan PPN 12% Hanya untuk Barang Mewah, Barang Pokok akan Dikenakan Tarif Berbeda
BRI Sabet Penghargaan Top CEO 2024 dan Bankers of the Year 2024 dari Ajang Leader Future Forum
Karyawan Remote Ditegur Atasan usai Melewatkan Acara Kantor karena Kucingnya Sakit
Menjelang Libur Nataru 2024 Ini BRI Hadirkan Berbagai Kemudahan Top Up BRIZZI Sebagai Solusi
BRI Dan KUR Rp175,66 Triliun: Langkah Besar Menuju Ekonomi Kerakyatan yang Maju
BRI Dukung Ekosistem Digital UMKM dengan Program QRIS UMI Tanpa Biaya MDR
Artificial Intellegence atau AI di BRI Tidak Menggantikan Manusia Tapi Membantu Manusia Tingkatkan Produktifitas
3 Langkah Strategis BRI dan Holding Ultra Mikro agar Sertifikasi BPOM Tingkatkan Daya Saing UMKM
JAFF Market Mencetak Banyak Kolaborasi Menarik di Antara Sesama Filmmaker
Melakukan Pencarian di ChatGPT Meninggalkan Jejak Karbon dari Pemakaian Listrik dan Air