Pejuangkantoran.com — Keberpihakan pemeritah pada UMKM direalisasikan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR adalah salah satu program pemerintah yang menyediakan pembiayaan bunga rendah bagi pelaku usaha, baik mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Untuk menjaga keberlangsungan keberpihakan pemerintah pada UMKM, setiap tahunnya, pemerintah menetapkan target penyaluran KUR melalui berbagai bank dan lembaga keuangan yang sudah ditunjuk.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga 23 Desember 2024 mencapai Rp 280,28 triliun. Menurt Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, realisasi tersebut telah melampaui target penyaluran KUR 2024 yang sebesar Rp 280 triliun.
Realisasi KUR yang mencapai 100,10 persen dari target itu tumbuh sebesar 7,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan disalurkan kepada 4,92 juta debitur.
Baca Juga: Layanan Keuangan bagi Pekerja Migran Semakin Mudah berkat Jaringan Global BRI yang Luas
Peran BRI Mendukung UMKM Lewat KUR
Dalam mendukung program pemerintah dan berperan dalam mendorong pengembangan UMKM di Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) terus mempertegas komitmennya. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah mengakselerasi penyaluran pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan tetap menjaga kualitas kreditnya.
Sepanjang tahun 2024, BRI berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp184,98 triliun, menjadikannya yang tertinggi diantara perbankan nasional lainnya.
Penyaluran KUR BRI itu pun menjangkau lebih dari 4 juta debitur atau pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Tak hanya berhasil dalam menyalurkan kredit, KUR BRI tersebut juga diikuti dengan kualitas kreditnya yang terjaga. BRI berhasil menjaga tingkat Non-Performing Loan (NPL) tetap sehat, yaitu di level 2% dengan menerapkan trategi pengelolaan KUR.
Hal ini menunjukkan pengelolaan risiko yang baik dalam penyaluran kredit kepada segmen UMKM.
Strategi BRI Mendukung UMKM dengan Sehat
Dana KUR itu 100% berasal dari bank. Sementara dana bank dihimpun dari masyarakat berupa deposito, tabungan, dan giro.
“KUR diberikan kepada masyarakat yang belum bankable namun feasible. Jadi, ketika terjadi kredit macet, 70% risiko dibayar oleh asuransi, dan 30% ditanggung bank,” papar Direktur Utama BRI Sunarso di kanal YouTube Hermanto Tanoko yang mengambil tema “BBRI Pilar Utama Perbankan Nasional: Peluang Besar di 2025”.
Artikel Terkait
BRI Dukung Ekosistem Digital UMKM dengan Program QRIS UMI Tanpa Biaya MDR
3 Langkah Strategis BRI dan Holding Ultra Mikro agar Sertifikasi BPOM Tingkatkan Daya Saing UMKM
1.000 UMKM Pekalongan Naik Kelas Berkat Pendampingan Rumah BUMN BRI
Komit pada Praktik Sustainable Finance, BRI Menjadi Satu-Satunya BUMN Penerbit Obligasi Hijau di Tahun 2024
Kesuksesan Desa BRI Lian Ketapanrame Jadi Contoh Kolaborator Lain dalam Pemberdayaan Desa
Produktivitas Petani di Merauke Meningkat Berkat Program Pemberdayaan KlasterkuHidupku BRI
5 Strategi Peningkatan Kualitas dan Daya Saing UMKM yang Jadi Komitmen BRI