"Biasanya, ada kecurigaan bahwa teknologi dari perusahaan China memiliki celah keamanan untuk mengakses data pengguna. Dalam kasus DeepSeek, celah itu bukan sekadar dugaan—sudah ditemukan dan terbuka. Ini sangat mengkhawatirkan," ujarnya.
Peringatan Korea Selatan
Peringatan yang sama sebelumnya sudah disampaikan oleh Badan Intelijen Nasional Korea Selatan, yang menuduh bahwa DeepSeek mengumpulkan data pengguna dalam jumlah besar dan menggunakan semua data yang diinput untuk melatih mesinnya.
Baca Juga: 3 Keterampilan Wajib di 2025 untuk Mendapatkan Gaji Lebih Tinggi, dan Bisa Kamu Pelajari!
Badan intelijen tersebut, The National Intelligence Service (NIS), mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada agen-agen pemerintah awal Februari lalu dan mendesak mereka untuk mengambil tindakan pengamanan terhadap aplikasi AI China tersebut.
NIS mengatakan bahwa DeepSeek memberi pengiklan akses tak terbatas ke data pengguna dan menyimpan data pengguna Korea Selatan di server China. Berdasarkan hukum China, pemerintah China akan dapat mengakses informasi tersebut saat diminta, tambah NIS.
"Tidak seperti layanan AI generatif lainnya, sudah dipastikan bahwa rekaman obrolan bisa ditransfer karena mencakup fungsi untuk mengumpulkan pola masukan keyboard yang dapat mengidentifikasi individu dan berkomunikasi dengan server perusahaan China seperti volceapplog.com," kata NIS pada hari Minggu (9/2/2025).
Kalau laporan ini benar, maka DeepSeek berpotensi menjadi ancaman besar bagi keamanan data, terutama bagi pengguna di luar China.
Baca Juga: Telusuri Detail Anggaran, Prabowo Menilai Kegiatan Seremonial dan Perjalanan Dinas Tidak Substansial
Para ahli dan pejabat AS mendesak agar aplikasi ini diblokir dari perangkat pemerintah dan masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menggunakannya.
Adapun beberapa kementerian di Korea Selatan sudah memblokir akses ke aplikasi tersebut dengan alasan masalah keamanan, menyusul langkah Australia dan Taiwan dalam memberlakukan pembatasan pada DeepSeek.
Hingga kini, DeepSeek dan perusahaan di baliknya belum memberikan komentar resmi atas tuduhan tersebut.
Artikel Terkait
Disebut Lebih Suka Kerja Remote, Gen Z Ternyata Ingin Lebih Banyak Interaksi Nyata di Dunia Kerja
'Workation', Konsep Baru Work-Life Balance untuk Orang Tua Bekerja dalam Mengasuh Anak
'Conscious Unbossing', Karyawan Gen Z Ingin Menapaki Karir tetapi Enggan Mengelola Anak Buah
6 Serial Baru Vidio yang akan Tayang Sepanjang Tahun 2025, Ada Pertaruhan The Series 3!
Masuk Deretan Perusahaan Elite di Asia-Pasifik 2025, Bukti Keberhasilan BRI Menjaga Resiliensi Kinerja
Jangan Ragu Kasih Hadiah Cokelat ke Pasangan Saat Valentine's Day Asal Cokelat Hitam Ya! Ini Alasannya!
Istana Tepis Maraknya PHK Massal Imbas Efisiensi Anggaran: Hanya Kontrak yang Berakhir