4 Tanda Atasan yang Buruk, Mulai dari Menolak Mendengarkan Ide hingga Tak Mau Berbagi Informasi

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 20 Maret 2025 | 14:05 WIB
Ilustrasi: Kalau tidak mau menjadi bos yang dibenci karyawan, jangan mencoba membentuk karyawan agar sesuai dengan suatu jabatan. (Freepik/Yanalya)
Ilustrasi: Kalau tidak mau menjadi bos yang dibenci karyawan, jangan mencoba membentuk karyawan agar sesuai dengan suatu jabatan. (Freepik/Yanalya)

PejuangKantoran.com - Cara mudah menjaga kepemimpinan tetap sederhana adalah dengan memenuhi kebutuhan karyawan dan membantu mereka berkembang. Itu saja.

Ketika karyawan tidak mendapatkan alat, waktu, pengembangan, harapan, visi, atau sumber daya yang dibutuhkan untuk berhasil, itu akan berpengaruh pada pekerjaan mereka, baik secara langsung atau tidak.

Faktanya, beberapa orang memang tidak cocok untuk memimpin orang lain dan membuat lingkungan kerja menjadi toxic.

Berikut adalah empat sikap pemimpin yang bisa mendorong karyawan menjauh.

Baca Juga: Apakah Kamu Perlu Mencuci Pakaian Baru Sebelum Dipakai? Ini Jawabannya

  1. Menolak ide karyawan

Karena karyawan mengetahui rutinitas sehari-hari mereka lebih baik daripada siapa pun, manajer dapat mendapatkan kepercayaan mereka.

Jadi, karyawan adalah orang pertama yang seharusnya dimintakan masukan, ide, dan saran.

Bertanya kepada karyawan tentang apa yang berhasil dan tidak berhasil bisa menumbuhkan budaya kepercayaan, yang membuat setiap orang merasa cukup aman untuk menyumbangkan ide-ide untuk membantu menyelesaikan situasi bermasalah.

Setiap karyawan ingin merasa didengar dan dilihat, tumbuh dalam pekerjaannya, memiliki kontribusi dalam mengambil keputusan, serta merasa dihargai atas masukan dan idenya.

  1. Memperlakukan karyawan hanya sebagai angka

Beberapa manajer melihat karyawan tidak lebih dari alat untuk produktivitas. Ini membuat tempat kerja cenderung bertekanan tinggi yang hasilnya adalah karyawan yang burnout.

Selain itu, lingkungan kerja jadi menyedihkan sehingga banyak karyawan yang akan mengundurkan diri.

Jika pekerjaan membuat kamu merasa hanya seperti roda penggerak lain dalam mesin, itu mungkin bukan tempat yang bagus untuk berkembang.

Baca Juga: QLola by BRI Permudah Nasabah Korporasi Kelola Keuangan Lebih Efisien, Cetak Volume Transaksi Rp8.400 Triliun

  1. Micromanaging semua hal

Sikap ini berarti manajer tidak mempercayai tim sehingga mengontrol dan menolak untuk mendelegasikan hampir semua pekerjaan. Setiap keputusan dan tugas harus dilakukan dengan caranya sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Inc.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X