Demam Studio Ghibli untuk Model Gambar ChatGPT, Benarkah Melanggar Etika dan Hak Cipta?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 31 Maret 2025 | 22:18 WIB
Ilustrasi: Salah satu contoh foto yang diubah menjadi gambar AI bergaya Studio Ghibli: sosok Yusuf Dikec, penembak Turki. (X @heyBarsee)
Ilustrasi: Salah satu contoh foto yang diubah menjadi gambar AI bergaya Studio Ghibli: sosok Yusuf Dikec, penembak Turki. (X @heyBarsee)

PejuangKantoran.com - Beberapa hari terakhir, warganet lagi heboh dengan gambar-gambar bergaya Studio Ghibli yang dibuat pakai ChatGPT.

Banyak orang, termasuk penggemar berat film-film Hayao Miyazaki (founder Studio Ghibli), langsung jatuh cinta dengan kemampuan tools AI tersebut mengubah foto pribadi atau meme viral jadi karya seni yang kelihatan seperti diambil langsung dari "Spirited Away" atau "My Neighbor Totoro."

Namun di balik semua keseruan itu, ada perdebatan sengit soal etika dan hak cipta.

Baca Juga: OpenAI Rilis Fitur Image Generator Baru Memakai ChatGPT-4o, Paham Instruksi yang Lebih Kompleks

Janu Lingeswaran, entrepreneur dari Aachen, Jerman, misalnya, tak terlalu memikirkan soal hak cipta waktu mengunggah foto kucingnya yang berusia tiga tahun, Mali, ke ChatGPT. Begitu dia lihat hasilnya dalam gaya Ghibli, dia langsung terpukau.

"Saya benar-benar jatuh cinta dengan hasilnya," kata Lingeswaran. "Kami berencana mencetaknya dan menggantungnya di dinding."

Bukan hanya foto pribadi, meme-meme legendaris juga ikut meng-“Ghibli". Salah satunya adalah foto Yusuf Dikec, penembak Turki yang tampil santai dengan satu tangan di saku saat meraih perak di Olimpiade 2024.

Lalu ada “Disaster Girl,” si bocah perempuan yang tersenyum misterius di depan rumah yang sedang terbakar.

Tetapi di sisi lain, tren ini memunculkan pertanyaan: apakah gambar-gambar ini dibuat dengan mengambil referensi langsung dari karya Studio Ghibli?

OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, mengklaim sebenarnya sudah menambahkan aturan untuk menolak permintaan membuat gambar dalam gaya seniman yang masih hidup.

Baca Juga: Pulau dengan Pantai Pasir Pink di Indonesia Ini Tempati Peringkat Teratas Tempat Terindah di Dunia

Namun, mereka tetap mengizinkan gaya studio animasi besar digunakan, termasuk Ghibli.

Hingga kini, Studio Ghibli sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai tren ini. Namun, banyak yang mengingat kembali pandangan Miyazaki tentang AI.

Dalam sebuah dokumenter tahun 2016, ia pernah menanggapi demo animasi AI dengan wajah jijik. “Saya merasa ini penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri,” katanya saat itu.

Menurut Josh Weigensberg, pengacara dari Pryor Cashman, ada pertanyaan penting soal apakah AI ini dilatih menggunakan karya-karya Ghibli tanpa izin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Hindu, Marksmen Daily

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X