Paus Leo XIV Resmi Dilantik dengan Cincin Fisherman, Ini Maknanya

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 19 Mei 2025 | 15:17 WIB
Paus Leo XIV mengenakan cincin Paus. Sebuah cincin emas bergambar Santo Petrus memegang jaring, ikon klasik kepausan sejak milenium pertama dikenakan sebagai tanda wewenang untuk menjadi penjala manusia, seperti mandat Yesus. (YouTube Vatican News)
Paus Leo XIV mengenakan cincin Paus. Sebuah cincin emas bergambar Santo Petrus memegang jaring, ikon klasik kepausan sejak milenium pertama dikenakan sebagai tanda wewenang untuk menjadi penjala manusia, seperti mandat Yesus. (YouTube Vatican News)

PejuangKantoran.com - Vatikan mencatat sejarah baru pada Minggu, 18 Mei 2025, dengan pelantikan resmi Paus Leo XIV sebagai Paus ke-267 dalam sejarah Gereja Katolik.

Upacara khidmat yang berlangsung di Lapangan Santo Petrus ini menjadi momen penting, karena untuk pertama kalinya, seorang warga Amerika Serikat terpilih sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia.

Dalam Misa Pelantikan tersebut, Paus Leo XIV menerima Cincin Nelayan, sebuah simbol penting dalam tradisi kepausan. Cincin ini bukan sekadar perhiasan, melainkan lambang tanggung jawab spiritual yang besar, mengingatkan akan peran Paus sebagai penerus langsung Rasul Petrus—seorang nelayan yang dipanggil Yesus untuk memimpin umat-Nya.

Baca Juga: Pandawara Group Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2025! Siapa Orang Indonesia yang Juga Ada di Sana?

Dokumen resmi dari Kantor Liturgi Kepausan memperlihatkan desain cincin yang akan dikenakan oleh Paus Leo XIV. Pada permukaannya terukir gambar Santo Petrus yang membawa kunci dan jala—dua simbol yang mencerminkan misi penggembalaan dan kepemimpinan spiritual yang diwariskan kepadanya.

Cincin Nelayan merupakan autentikasi iman dan simbol dari mandat yang diterima oleh Paus pertama,” demikian kutipan pernyataan resmi dari Vatikan.

Tradisi penggunaan Cincin Nelayan telah berlangsung sejak abad ke-13. Nama cincin ini sendiri merujuk pada latar belakang Rasul Petrus sebagai nelayan di Danau Galilea. Dahulu, cincin ini juga memiliki fungsi praktis sebagai segel resmi dokumen-dokumen penting dari Paus. Namun, sejak tahun 1842, perannya bergeser menjadi simbolis, walau tetap dirancang secara unik untuk setiap Paus yang menjabat.

Baca Juga: Cak Imin Hadiri Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan, Ungkap Pesan Presiden Prabowo

Setelah seorang paus wafat, cincin tersebut akan dihancurkan menggunakan alat khusus. Ini dilakukan sebagai ritual simbolik yang menandai berakhirnya masa kepemimpinannya dan untuk mencegah penyalahgunaan dokumen yang sebelumnya telah disahkan olehnya.

Setiap Paus memiliki cincin dengan desain tersendiri. Misalnya, Paus Benediktus XVI memilih desain cincin emas bergambar Petrus melempar jala dari perahu, sedangkan Paus Fransiskus mengenakan cincin perak berlapis emas yang diwarisi dari sekretaris Paus Paulus VI.

Kini, Paus Leo XIV mengenakan cincin dengan gambar Santo Petrus membawa kunci dan jala—ikon yang mencerminkan kelanjutan misi apostolik Gereja yang telah berlangsung lebih dari 2.000 tahun. Meski dunia terus berubah, lambang ini menjadi penegasan bahwa panggilan spiritual Gereja tetap tak tergoyahkan oleh waktu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X