PejuangKantoran.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI meluncurkan BRIVolution Initiatives Phase 1, bagian dari program transformasi besar yang dikenal dengan nama BRIVolution Reignite.
Peluncuran ini bukan hanya sebuah langkah teknis, tetapi juga menunjukkan komitmen BRI dalam membangun masa depan perbankan yang lebih adaptif, inovatif, dan berbasis nilai.
Program transformasi ini, yang bertujuan menjadikan BRI sebagai The Most Profitable Bank in Southeast Asia pada tahun 2030, mendapat sambutan hangat dari banyak pihak, termasuk Komisi XI DPR RI. Ketua Komisi XI, Mukhamad Misbakhun, memberikan apresiasi tinggi terhadap strategi yang diterapkan oleh BRI, terutama di bawah kepemimpinan Direktur Utama Hery Gunardi. Menurutnya, langkah akselerasi yang diambil BRI ini semakin fokus pada penguatan kekuatan inti perusahaan—sektor UMKM dan pendanaan yang berkualitas.
"Langkah akselerasi transformasi yang dilakukan BRI semakin mengarah pada fokus yang lebih jelas pada core business mereka, yang selama ini memang menjadi kekuatan utama. Itu adalah langkah penting dalam mewujudkan visi besar BRI untuk menjadi bank paling menguntungkan di Asia Tenggara," ujar Misbakhun.
Baca Juga: Hindari 10 Kesalahan Umum Charge Perangkat Elektronik, Awas Meledak!
Transformasi yang dilakukan oleh BRI tidak hanya mencakup peningkatan sistem digital dan teknologi, tetapi juga penguatan aspek fundamental bisnis yang mencakup kualitas pendanaan, penyaluran kredit yang lebih tepat sasaran, manajemen risiko yang lebih andal, dan tentu saja, pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM). Semua langkah ini diharapkan dapat mendukung BRI untuk tetap menjadi lembaga perbankan yang sehat, berkelanjutan, dan mampu menciptakan nilai bagi seluruh nasabah serta pemangku kepentingan lainnya.
Di sisi lain, BRI juga tak lupa akan mandat sosial yang dimilikinya sebagai bank yang berperan besar dalam pemberdayaan UMKM. Misbakhun menekankan pentingnya implementasi yang konkret dari program transformasi yang telah dicanangkan. “Masukan dari DPR sudah sangat baik, tinggal diperkuat dalam pelaksanaan,” katanya, mengingatkan agar BRI dapat terus menjaga keseimbangan antara pencapaian bisnis dan tanggung jawab sosial.
Fase pertama dari BRIVolution Initiatives ini sendiri mencakup lima inisiatif strategis utama, yang meliputi implementasi Area Head, Commercial Business Center, New Sales Coverage Model, Joint Financing, dan Remodelling Mantri. Setiap inisiatif ini dirancang untuk menjawab tantangan bisnis yang semakin dinamis serta menciptakan nilai tambah bagi nasabah dan perusahaan.
Baca Juga: Saat Ada Konflik di Tempat Kerja, Bolehkah Minta Bantuan HR? Ini Waktu Mereka Harus Turun Tangan!
Menurut Hery Gunardi, transformasi ini bukan hanya soal perubahan sistem atau teknologi, tetapi juga soal perubahan cara berpikir yang lebih visioner. "Kami ingin agar transformasi ini berkelanjutan, memperkuat daya saing kami, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh stakeholder kami," tambah Hery.
Dengan langkah-langkah ini, BRI ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga terus memberi manfaat bagi ekonomi Indonesia, terutama bagi sektor UMKM yang telah menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Melalui transformasi ini, BRI berharap dapat menjadi bank yang lebih kuat, lebih adaptif, dan tentu saja lebih bernilai di mata para nasabah dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Artikel Terkait
Mau Tahu Seperti Apa Rasanya Dicintai secara Ugal-ugalan? Tonton Deh, 'Sore: Istri dari Masa Depan'
Saat Ada Konflik di Tempat Kerja, Bolehkah Minta Bantuan HR? Ini Waktu Mereka Harus Turun Tangan!
Time Management Itu Nggak Gampang, Ini 7 Keterampilan Manajemen Waktu dan Organisasi yang Bikin Hidup Lebih Teratur
Estimasi Waktu yang Akurat Sangat Penting saat Menjalankan Proyek, Ini 6 Manfaatnya yang akan Dirasakan!
BRI Bantu Salurkan BSU Senilai Rp1,72 T ke 2,8 Juta Pekerja, Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional
Konsisten Berikan Pengalaman Positif Nasabah, BRI Sabet Penghargaan Banking Service Excellence
Apa Itu Sistem Otomatisasi, yang Disebut Dapat Membuat Kita Bekerja Lebih Cepat dan Efisien?
Hindari 10 Kesalahan Umum Charge Perangkat Elektronik, Awas Meledak!
Karena Tidak Terukur, Kolaborasi di Tempat Kerja Jadi Lebih Sulit Dilakukan. Apa Solusinya?
Fenomena Ghostworking, Saat Rekan Kerja Kelihatan Produktif, Tapi Pekerjaannya Tak Ada yang Beres