Andy Byron CEO Astronomer Resign Usai Terekam Mesra dengan Rekan Kerja di Konser Coldplay

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 20 Juli 2025 | 15:07 WIB
Hubungan antara CEO Astronomer Andy Byron dan Kepala HR-nya, Kristin Cabot, adalah bentuk konflik kepentingan yang sangat jelas. (LinkedIn)
Hubungan antara CEO Astronomer Andy Byron dan Kepala HR-nya, Kristin Cabot, adalah bentuk konflik kepentingan yang sangat jelas. (LinkedIn)

PejuangKantoran.com - Andy Byron, CEO perusahaan teknologi asal New York, Astronomer, resmi resign atau mengundurkan diri dari jabatannya setelah video dirinya terekam sedang berpelukan dengan salah satu karyawannya saat konser Coldplay viral di media sosial.

Kabar pengunduran diri ini diumumkan langsung oleh dewan direksi Astronomer, yang juga mengonfirmasi akan segera memulai proses pencarian CEO baru.

Untuk sementara, posisi CEO akan diisi oleh Pete DeJoy, co-founder sekaligus Chief Product Officer Astronomer. Nama Andy Byron juga telah dihapus dari halaman kepemimpinan perusahaan, meski ia masih tercantum sebagai anggota dewan direksi di situs resmi mereka.

Baca Juga: Film Horor 'Labinak: Mereka Ada Di Sini' Usung Tema Kanibalisme yang Pernah Ada di Indonesia

Insiden ini bermula dari momen "kiss cam" di Gillette Stadium, Massachusetts, yang menampilkan Byron bersama Kristin Cabot, Chief People Officer perusahaan tersebut, sebelum keduanya segera menunduk untuk menghindari sorotan layar.

Cuplikan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu spekulasi luas, termasuk beredarnya klaim bahwa Byron telah mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, Astronomer membantah hal ini melalui unggahan di LinkedIn, menegaskan bahwa Byron tidak pernah membuat pernyataan publik terkait insiden tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Astronomer menyebutkan bahwa perusahaan tetap berkomitmen pada nilai-nilai dan budaya yang telah menjadi fondasi sejak didirikan.

Baca Juga: Lowongan Kerja Senior iOS Developer di Mitramas Infosys Global

"Para pemimpin kami diharapkan menjadi panutan dalam hal perilaku dan tanggung jawab. Sayangnya, standar tersebut baru-baru ini tidak terpenuhi," tulis perusahaan pada Sabtu lalu.

Astronomer, yang berdiri sejak 2018 dan bergerak di bidang data dan kecerdasan buatan (AI), mengakui bahwa perhatian publik terhadap mereka berubah drastis hanya dalam semalam akibat kejadian ini. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa fokus utama perusahaan tetap pada misi menyelesaikan tantangan di bidang data dan AI.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X