PejuangKantoran.com - WhatsApp akhirnya bertransformasi menjadi sumber keuntungan baru bagi Meta, setelah hampir satu dekade tanpa kontribusi pendapatan yang signifikan.
Akuisisi senilai $20 miliar ini sekarang siap menghasilkan pendapatan, berkat strategi monetisasi komprehensif yang memadukan penempatan iklan strategis dengan fitur bisnis yang diperluas.
Meta menerapkan strategi monetisasi WhatsApp yang cukup hati-hati. Mereka ingin tetap menjaga kenyamanan pengguna Whatsapp, tapi juga memanfaatkan potensi lebih dari 1,5 miliar pengguna harian.
Baca Juga: Kitab Sijjin & Illiyyin Diakui Sang Sutradara Film Horor yang Paling Banyak Adegan Gore-nya
Kunci utamanya adalah menempatkan iklan di tab Updates—bagian di aplikasi yang memuat status dan saluran informasi, bukan di chat pribadi.
"WhatsApp akan segera menampilkan iklan, tapi jangan khawatir karena iklan akan ditampilkan di tab pembaruan aplikasi, bukan di obrolan pribadi," ungkap Bryce dan Ren dari podcast Equity Mates.
Strategi ini dinilai cukup cerdas karena tidak mengganggu fungsi utama WhatsApp sebagai aplikasi pesan yang bebas gangguan.
Cara kerja iklan di Whatsapp
Ada tiga prinsip utama dalam penerapan iklan di Whatsapp ini:
• Penempatan strategis: Iklan hanya muncul di tab Updates, terpisah dari percakapan pengguna.
• Desain tidak mengganggu: Format iklan menyatu dengan tampilan konten lainnya di bagian tersebut.
• Target berdasarkan data: Meta menggunakan data lintas platform (bukan isi pesan) untuk menargetkan iklan secara relevan.
Baca Juga: Yang Harus Dilakukan sebelum Resign Mendadak, Berikut Contoh Surat Pengunduran Dirinya
Model ini mirip dengan Sponsored Updates di LinkedIn, yang efektif tanpa terasa mengganggu. Dengan pengalaman Meta dalam dunia periklanan (yang menghasilkan pendapatan iklan $160 miliar tahun lalu), strategi ini diprediksi akan berjalan lancar.
Fitur bisnis baru di Whatsapp
Selain periklanan, Meta mengembangkan berbagai aliran pendapatan melalui fitur bisnis yang ditingkatkan, dirancang untuk mengubah WhatsApp menjadi platform komersial yang komprehensif.
Artikel Terkait
Ini Alasan Ringgo Agus Rahman Mau Kembali Berperan sebagai Bapak di Film 'Panggil Aku Ayah'
ASN Boleh Masuk Siang ke Kantor supaya Bisa Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah
Kabar Gembira, WNI yang Sudah 2 Kali ke Negara Uni Eropa, Sekarang Bisa Ajukan Visa Schengen Multi-Entry, Ini Penjelasannya!
Pemimpin Muda Tak Hanya Pengguna Namun Jadi Penggerak AI Karena Mmebantu Pekerjaan Mereka Lebih Mudah!
Google Bawa Gems ke Workspace, Chatbot AI Baru untuk Membantu Pekerjaan Kamu!
Ingin Merasakan Bekerja di Kementerian Pariwisata? Program JoinWonderful Magang Kembali Bukan Batch Baru!
Yuk, Jadikan Hobi Kamu Cuan! Tapi Jangan Buru-Buru Resign, Lakukan Dulu 9 Langkah Ini