Menteri Keuangan Purbaya Pastikan Subsidi Listrik Dikurangi, tapi Bukan dengan Kenaikan Tarif

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 22 September 2025 | 12:58 WIB
Ilustrasi saluran listrik tegangan tinggi. Pemerintah berencana kurangi subsidi listrik tanpa naikkan tarif. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi saluran listrik tegangan tinggi. Pemerintah berencana kurangi subsidi listrik tanpa naikkan tarif. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan rencana pemerintah dalam mengurangi subsidi listrik tanpa membuat masyarakat terbebani oleh kenaikan tarif.

Menurutnya, salah satu langkah yang sedang dipertimbangkan adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) lainnya.

“Waktu di Hambalang kemarin, ada diskusi tentang program pengurangan subsidi listrik dengan penggunaan PLTS. Tapi harganya masih agak tinggi,” kata Purbaya usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 19 September 2025.

Ia menegaskan, tujuan kebijakan ini bukan menaikkan tarif, melainkan mencari sumber listrik yang lebih murah sehingga subsidi bisa berkurang.

Purbaya menambahkan, isu kenaikan tarif listrik yang beredar tidak benar karena pemerintah justru ingin menjaga daya beli masyarakat dengan cara mencari teknologi energi yang efisien.

“Kalau subsidi berkurang, bukan dinaikkan harganya, tapi dicari sumber listrik yang biayanya murah,” ujarnya.

Baca Juga: Melakukan Pencarian di ChatGPT Meninggalkan Jejak Karbon dari Pemakaian Listrik dan Air

PLTS jadi solusi kurangi subsidi tanpa naikkan tarif

Meski begitu, Purbaya mengakui bahwa proses pengurangan subsidi listrik dengan EBT tidak bisa dilakukan seketika.

Pemerintah perlu menghitung kebutuhan investasi awal, termasuk produksi panel surya dan baterai dalam negeri, agar harga listrik dari PLTS bisa lebih terjangkau.

“Maunya subsidi itu hilang semua, tapi nggak segampang itu. Saya sudah lihat desain PLTS yang menjanjikan, tapi hitungannya belum selesai,” jelasnya.

Langkah selanjutnya akan ditentukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang bertugas menyusun jadwal implementasi.

Harapannya, listrik dari energi terbarukan bisa membuat biaya produksi lebih murah sekaligus mendukung keberlanjutan.

Namun, tantangan terbesar saat ini adalah harga listrik dari PLTS yang masih tergolong mahal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: CNBC Indonesia, Tempo.co

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X