PejuangKantoran.com - Buat banyak orang, autopay atau debet otomatis dari rekening jadi seperti salah satu kemewahan kecil dalam hidup.
Bayangkan, dengan sekali atur, setiap bulan tagihan dibayar tepat waktu tanpa repot. Tidak ada lagi cerita telat bayar listrik atau kena denda karena lupa setor kartu kredit. Praktis, kan?
Namun, ternyata tidak semua tagihan bulanan aman untuk dimasukkan ke sistem autopay. Ada beberapa jenis pembayaran yang justru lebih baik dicek dan dibayar manual. Mengapa?
Baca Juga: Tak Perlu Ganti Koper Warna Gelapmu, Cukup Sematkan Tanda Unik dan Warna Menyolok Seperti Ini!
Karena jumlahnya bisa berubah-ubah, rawan salah tagih, atau butuh pengawasan ekstra supaya tidak membuat rekening “jebol” tanpa sadar.
Seorang perencana keuangan, Michael Foguth, mengatakan bahwa klien-kliennya yang sudah kaya raya, bahkan tetap pilih-pilih soal tagihan yang mereka daftarkan fitur autopay. Berikut tiga alasannya yang utama:
1. Tagihan kartu kredit
Di Indonesia, kartu kredit memang sudah umum bisa diatur untuk auto debet dari rekening tabungan. Praktis, memang. Namun, kamu wajib hati-hati.
Banyak orang punya lebih dari satu kartu, entah untuk urusan bisnis, poin reward, atau promo tertentu. Kalau semua otomatis ditarik sekaligus, bisa-bisa saldo di rekening tidak cukup dan malah kena biaya gagal bayar.
Selain itu, membayar manual membuat kamu lebih rajin mengecek transaksi. Dari situ, kamu bisa tahu kalau ada penagihan ganda, transaksi mencurigakan, atau biaya tambahan yang tidak jelas.
Bayangkan kalau tiba-tiba ada transaksi online dari luar negeri yang tidak kamu lakukan, tetapi sudah terbayar karena debet otomatis? Kamu jadi ribet urus refund-nya.
2. Tagihan rumah sakit atau medis
Kalau yang satu ini, hampir semua orang di Indonesia pasti setuju kalau tagihan rumah sakit sering membuat pusing. Salah kode, salah hitung, bahkan biaya yang ternyata sudah ditanggung BPJS atau Klaim Asuransi, sangat sering terjadi.
Kalau tagihan bulanan seperti ini di-autopay, kamu bisa tanpa sadar membayar lebih mahal dari seharusnya.
Artikel Terkait
Mau Lebih Unggul dari AI? Asah Kemampuan Kreatif Kamu Sekarang Juga!
Cara Memperbarui CV sesuai Standar 2025 untuk Melamar Pekerjaan Baru setelah Terkena PHK
Kota di Denmark Ini Masuk Peringkat Pertama Daftar Kota Paling Bahagia di Dunia 2025
Ide Sering Buntu? Ternyata Ini 4 Musuh Kreativitas yang Diam-Diam Membuat Kamu Mandek
Cerita Nicholas Saputra tentang Pembuatan 'Tukar Takdir', Film tentang Tragedi Kecelakaan Pesawat
Mau Sukses? Cari Tahu Dulu Karier yang Tepat untuk Kamu Lewat 6 Langkah Simpel Ini!
Panduan Menentukan Raket Padel Berdasarkan Bentuk, Bahan, dan Karakter Lubang Raket