PejuangKantoran.com - Penyandang disabilitas sering menghadapi hambatan dalam berkomunikasi, sehingga butuh cara alternatif untuk menyampaikan informasi. Salah satu yang terpenting adalah, dengan menangkap ekspresi wajah tertentu.
Saat ini, perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) sudah begitu pesat, sehingga teknologi pengenalan ekspresi wajah (face expression recognition/FER) pun menawarkan cara baru untuk memberikan bantuan buat orang yang membutuhkan.
Teknologi ini bisa mengubah ekspresi wajah menjadi perintah atau sinyal, sehingga penyandang disabilitas jadi terbantu untuk menyampaikan kebutuhan mereka. Sebaliknya, mereka juga bisa menerima bantuan dari orang-orang di sekitarnya tepat waktu.
Baca Juga: Davina Karamoy Jalin Hubungan tanpa Status dengan Cinta Brian di Kuncen, Film Garapan Jose Purnomo
Nah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) rupanya juga sudah mengembangkan riset berbasis AI, yaitu teknologi facial expression recognition dan speech recognition (pengenalan ucapan), yang dirancang untuk mendukung aktivitas penyandang disabilitas.
Speech recognition
Bagi penyandang disabilitas yang kesulitan mendengar, speech recognition ini membuat komunikasi jadi lebih alami, efisien, dan manusiawi.
“Tidak perlu menyentuh atau melihat, cukup dengan suara,” jelas Hilman Ferdinandus Pardede, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber (PRKAKS) BRIN, saat webinar PRKAKS #03 yang bertema “Peran Serta Riset Berbasis AI untuk Mendukung Aktivitas Kawan Disabilitas”, Rabu (8/10/2025).
Pengenalan ucapan akan mendukung penyandang disabilitas dengan cara berikut:
•Bagi yang memiliki gangguan motorik: perintah suara memungkinkan mereka untuk mengendalikan komputer, smartphone, dan perangkat rumah pintar.
Baca Juga: Pulau Phu Quoc di Vietnam Geser Bali sebagai Pulau Terindah di Asia versi Conde Nast Traveler
• Bagi teman tuli atau yang sulit mendengar: pengenalan ucapan bisa membuat teks secara real-time.
• Bagi yang memiliki gangguan penglihatan: menggunakan perintah suara untuk menavigasi dan berinteraksi dengan teknologi.
• Bagi penyandang disabilitas kognitif dan pembelajaran: software speech to text bisa membantu mendiktekan pikiran mereka ke dalam teks tertulis.
Saat ini riset di bidang pengenalan suara memang masih belum sempurna, karena harus dilatih untuk mengenal berbagai aksen, kebisingan di latar belakang (noise), dan kondisi pengguna yang berbeda-beda.
Artikel Terkait
Jangan Terlalu Keras sama Diri Sendiri, Jangan Sampai Kamu ‘Menderita’ Dismorfia Karier
Salah Sepatu Lari Sebabkan Cedera Shin Splint yang Jika Dibiarkan Bisa Berbahaya Banget!
Ternyata Ada Alasan Ilmiah Kamu Suka Nonton Ulang Serial Favorit, Salah Satunya Memberi Rasa Tenang
Beasiswa Stipendium Hungaricum 2026/2027 buat yang Ingin Kuliah di Eropa, tanpa Batasan Umur!
8 Skills yang Harus Dikuasai Jika Kamu Ingin Menjadi Cloud Engineer yang Andal
Administrator Sistem, Si Penjaga Sistem yang Jarang Disorot Namun Gajinya Menjanjikan!
Menurut Ahli Karier dari LinkedIn Ambisi Tenang Itu Membuatmu Bijak Mengambil Keputusan Karier