PejuangKantoran.com - Berkat media sosial, kita bisa mengetahui bahwa pada tanggal 24 November 2025 terjadi bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan sekitarnya.
Kita bisa melihat betapa dahsyatnya air bah menerjang pemukiman warga, longsoran yang sangat panjang menutup akses ke beberapa wilayah, kayu-kayu gelondongan yang terbawa banjir merusak apapun yang menghalangi.
Itu sebabnya, ketika dalam konferensi pers pada Jumat (28/11/2025), Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa bencana hanya mencekam di media sosial, pihaknya menerima hujatan dari masyarakat.
Baca Juga: 5 Fakta Terkini tentang Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh
Akibat pernyataannya yang kontroversial itu, Suharyanto pun meminta maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan saat dirinya mengunjungi lokasi terdampak bencana di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Minggu (30/11/2025).
Anggota TNI AD yang mengemban tugas sebagai Kepala BNPB sejak 2021 itu beralasan, dirinya tidak menyangka bencana alam yang melanda wilayah tersebut akan sebesar itu.
Ia sangat terkejut dengan tingkat keparahan yang disebabkan oleh kerusakan akibat tersapu banjir bandang bercampur gelondongan kayu di wilayah tersebut.
"Saya tak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati. Bukan berarti kami tak peduli," katanya, seperti dikutip Metro TV pada Senin (1/12/2025).
Kehadiran Kepala BNPB di Tapanuli Selatan tak lain untuk memberikan arahan mengenai penanganan darurat untuk wilayah terdampak.
Sebelumnya, tepatnya Jumat (28/11/2025), Suharyanto sempat menjelaskan mengapa pemerintah belum menetapkan bencana tanah longsor dan banjir di wilayah Sumatra Utara dan Barat itu sebagai bencana nasional. Yaitu, karena bencana masih berada di tingkat provinsi.
Baca Juga: Harga BBM 1 Desember 2025: Pertamina, Shell, BP, hingga Vivo Kompak Naik
"Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan.
“Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik," paparnya.
Hingga Minggu (30/11/2025), korban tewas bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera sudah mencapai 442 orang, sedangkan 402 orang masih dinyatakan hilang.
Untuk memudahkan pertolongan bagi warga, BNPB membuka posko penanggulangan bencana di Bandar Udara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara.
Artikel Terkait
Tren Karier Minimalis yang Dipelopori oleh Gen Z Akan Merombak Budaya Kerja Modern
RockStar Gym Membuka Lowongan Kerja: Software Engineer, Gaji Rp 10.000.000 – Rp 14.000.000 per Bulan
Toffler Prediksi Terjadinya "Banjir Bandang" Informasi yang Berdampak Negatif Seperti Berikut
Untuk Memperkenalkan Karya Sastra, Festival Teater Indonesia akan Digelar Pertama Kali di 4 Kota
Alasan Mengapa Content Creator Specialist Dibutuhkan dan Diincar Perusahaan di Indonesia
Peluang Menjadi Indonesian Language Manager di Tik Tok Bagi yang Berpengalaman di Jurnalistik dan Pelokalan Konten
Jika Suka Traveling ke Luar Negeri, Berikut Ini Standar Sebuah Bandara Internasional yang Perlu Kamu Tahu!