Update Korban Bencana Sumatera: 753 Meninggal, 650 Hilang, dan Ratusan Ribu Mengungsi

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 3 Desember 2025 | 09:38 WIB
 Bencana banjir bandang serta longsor yang menghantam berbagai kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, sejak 25 November 2025 terus menimbulkan dampak besar.  Hingga Selasa, 2 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, sedikitnya 34 warga dilaporkan meninggal, sementara 15.765 orang terdampak. Di
Bencana banjir bandang serta longsor yang menghantam berbagai kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, sejak 25 November 2025 terus menimbulkan dampak besar. Hingga Selasa, 2 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, sedikitnya 34 warga dilaporkan meninggal, sementara 15.765 orang terdampak. Di

PejuangKantoran.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis perkembangan terbaru terkait bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, per Rabu, 3 Desember 2025. Pembaruan data yang diakses melalui laman resmi BNPB pada pukul 09.00 WIB menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa terus bertambah.

BNPB mencatat sedikitnya 753 orang meninggal dunia, sementara 650 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Selain itu, sekitar 2.600 warga mengalami luka-luka, baik akibat terjangan banjir maupun longsor yang memutus jalur permukiman dan menimbulkan kerusakan besar.

Besarnya dampak bencana juga terlihat dari jumlah pengungsi yang mencapai 576.300 orang, tersebar di sejumlah titik di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Ribuan keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka demi mencari tempat yang lebih aman sambil menunggu proses evakuasi dan pendistribusian bantuan.

Baca Juga: Garin Nugroho Dianugerahi Gelar Officier des Arts et des Lettres: Penghargaan Tinggi Prancis untuk Maestro Sinema Indonesia

Kemensos Salurkan Bantuan Rp25 Miliar

Melihat skala bencana yang begitu besar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan dengan total nilai sekitar Rp25 miliar. Dana ini digunakan dalam berbagai bentuk, mulai dari penyediaan bantuan natura hingga kebutuhan dapur umum yang melayani para pengungsi.

Menurut Gus Ipul, anggaran tersebut bukan hanya dialokasikan untuk bahan baku makanan, tetapi juga mencakup pembiayaan bagi para petugas dan relawan yang bekerja di lapangan.

“Belanja bahan baku dan pembiayaan SDM di dapur umum terus kami penuhi agar kebutuhan warga bisa terlayani,” ujar Gus Ipul.

570 Personel Tagana Dikerahkan ke 30 Titik Dapur Umum

Dalam laporan terbarunya, Gus Ipul menjelaskan bahwa lebih dari 570 personel Tagana telah diterjunkan untuk memperkuat operasional 30 dapur umum, baik yang dikelola Kemensos maupun yang dibentuk oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: 8 Buah-buahan yang Mengandung Protein Tinggi

Para personel Tagana ini bekerja sebagai relawan untuk memastikan kebutuhan makan para pengungsi dapat terpenuhi setiap hari. Tidak hanya itu, unsur TNI dan Polri juga turut menyediakan dapur umum serta mengirimkan bantuan logistik untuk mendukung proses penanganan bencana.

Di sisi lain, upaya pemulihan akses transportasi terus dilakukan. BNPB melaporkan bahwa alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum telah bekerja sejak Selasa, 2 Desember 2025, untuk membersihkan material tanah, lumpur, dan puing yang menutup jalur Medan–Aceh Tamiang.

BNPB menyebut bahwa beberapa kendaraan roda empat sudah dapat melintas meski dengan kecepatan terbatas. Targetnya, jalur tersebut bisa sepenuhnya dapat dilalui pada Rabu, 3 Desember 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X