Kenapa bisnis makanan cepat saji lagi sulit?
Kalau lebih jauh, ada beberapa faktor utama yang bikin para pengusaha resto cepat saji kesulitan mempertahankan penjualan.
Inflasi tinggi. Harga bahan baku dan biaya operasional yang terus melonjak.
Sepinya pembeli. Jumlah pelanggan yang datang berkurang drastis karena orang-orang mulai berhemat.
Utang menumpuk. Banyak perusahaan yang terjebak utang besar (seperti Sailormen yang punya utang hingga $130 juta), tapi gagal melakukan penjualan aset atau negosiasi dengan pemberi pinjaman.
Baca Juga: Apa Isi Goodie Bag Academy Awards Senilai Rp5,5 Miliar yang Dibagikan untuk Para Nominee?
Kondisi seperti ini seharusnya sudah menjadi sinyal buat industri kuliner. Ternyata, nama besar seperti Domino’s Pizza atau Pizza Hut tidak menjamin bisnisnya bakal aman-aman saja dari krisis ekonomi.
Kita lihat saja nanti, apakah langkah reorganisasi ini bisa menyelamatkan gerai-gerai favorit tersebut. Semoga nggak malah menambah jumlah gerai yang tutup, ya.
Artikel Terkait
Bukan Introvert, Bukan Ekstrovert: Mengenal “Otrovert”, Tipe Kepribadian yang Merasa Berbeda dari Keramaian
5 Ciri Orang dengan Kepribadian Otrovert
Harga Minyak Terus Naik, Muncul Wacana WFH dan Pengurangan Hari Kerja untuk Penghematan BBM
Bukan Hanya Terapkan WFH, Para Ekonom Ajukan Sejumlah Saran untuk Menghemat Pemakaian BBM
Diam-Diam Mengintai: Pola Makan yang Bisa Merusak Ginjal di Usia Muda
Pemerintah Kaji WFH untuk Hemat BBM, Ini Kata Bahlil
Catat! Jadwal Operasional Bank Selama Libur Lebaran 2026