Penipu menggunakan Large Language Models (LLM) seperti ChatGPT untuk membuat email penipuan yang sangat personal. Email tersebut bisa mencantumkan detail organisasi, transaksi terbaru, bahkan meniru gaya bahasa orang yang kamu kenal.
Karena sangat personal, serangan ini tidak menunjukkan ciri umum seperti typo atau tata bahasa yang aneh, yang biasanya terdeteksi oleh filter keamanan email.
4. Agen penipu otomatis
Ini bentuk penipuan terbaru. Menurut riset Group-IB tahun 2026, sekarang ada call center penipuan berbasis AI yang bisa bekerja otomatis. Mereka menggabungkan suara tiruan dan LLM yang bisa melatih para penipu saat menelepon, hingga sistem otomatis yang bisa menjawab panggilan masuk untuk menipu korban.
Penipu sekarang tidak hanya pakai satu trik, tapi serangkaian langkah yang saling mendukung dan semua digerakkan oleh AI. Kalau sudah begini, kita memang harus peka dengan setiap kejanggalan yang terlihat. Selalu cek fakta yang sebenarnya.
Misalnya, ancaman pasal 31Q KUHP yang disebutkan dalam “surat izin resmi” Polda Metro Jaya dalam penipuan dana bantuan tunai yang mencatut nama Sandiaga Uno itu pun ternyata hanya karangan penipu belaka.
Artikel Terkait
Job Scam Melonjak Hampir 10 Kali Lipat Sejak 2021, Apa yang Diinginkan Para Penipu?
Meski Terbebani Kesuksesan Film Pertama, Bayu Skak Pede dengan Pesan 'Sekawan Limo 2: Gunung Klawih'
Status Burj Khalifa di Dubai sebagai Gedung Tertinggi di Dunia akan Segera Terpecahkan
Update Sekuel Film Biopik Michael Jackson, Lionsgate Tegaskan 30% Materinya Sudah Ada
Mengapa Stres Bisa Membuat Perut Tak Nyaman? Ini Penjelasannya
Benci Pekerjaan Sendiri Bisa Berdampak Buruk untuk Tubuh, Ini Penjelasannya
Waspadai Tanda-Tanda Toxic Workplace Sejak Hari Pertama Kerja