Mengapa Tidak Ada Sponsor di Jersey Timnas di Piala Dunia? Kapan Jersey Klub Mulai Ada Sponsor?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 6 Juli 2026 | 17:55 WIB
Ilustrasi pertandingan di Piala Dunia 2026. Jersey timnas yang berlaga di Piala Dunia tidak ada logo sposnor karena alasan tertentu. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi pertandingan di Piala Dunia 2026. Jersey timnas yang berlaga di Piala Dunia tidak ada logo sposnor karena alasan tertentu. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Jika kamu amati, jersey timnas negara-negara peserta Piala Dunia FIFA, hanya menampilkan logo federasi sepakbola negara, lencana resmi FIFA, nomor dan nama pemain, serta logo pabrikan jersey-nya sendiri.

Jersey timnas peserta Piala Dunia FIFA memang terlihat “bersih” karena regulasi FIFA secara khusus melarang pemasangan sponsor komersial pada jersey pertandingan resmi.

FIFA melarang adanya logo sponsor di jersey timnas karena ada beberapa alasan utama, yaitu:

  • Keseragaman identitas nasional. Jersey timnas dianggap mewakili negara, bukan perusahaan.
  • Hak sponsor FIFA. FIFA sudah memiliki sponsor resmi turnamen (misalnya Adidas, Coca-Cola, Visa, Hyundai, dll.), sehingga eksposur komersial di lapangan diatur ketat.
  • Keadilan antarnegara. Tidak semua federasi memiliki nilai komersial yang sama.

Kapan Pertama Kali Logo Komersial di Jersey Klub Sepak Bola?

Di luar turnamen resmi FIFA, logo sponsor di jersey tim/klub profesional sudah mulai muncul sejak awal 1970-an.

Saat itu klub-klub sepak bola mulai mencari sumber pendapatan baru. Sebelumnya, jersey sepak bola hanya menampilkan warna klub, lambang klub, dan kemudian nomor punggung.

Baca Juga: Evolusi Jersey Sepak Bola Mulai dari Mirip Pakaian Sehari-hari Hingga yang Peduli Lingkungan Hidup

Tonggak pentingnya adalah:

  • 1973: Eintracht Braunschweig menjadi klub profesional pertama yang secara resmi mengenakan sponsor di dada jersey. Sponsornya adalah minuman herbal Jägermeister. Saat itu, federasi sepak bola Jerman sebenarnya melarang sponsor di jersey. Klub ini menyiasatinya dengan mengubah lambang klub menjadi logo rusa khas Jägermeister, hingga akhirnya aturan tersebut dilonggarkan.
  • Pertengahan hingga akhir 1970-an: Tren ini menyebar ke berbagai liga Eropa, terutama di Jerman, Austria, Belanda, dan Denmark.
  • 1979: Liverpool F.C. menjadi salah satu klub besar Inggris pertama yang memakai sponsor di jersey, yaitu Hitachi. Ini menandai dimulainya era sponsor jersey di sepak bola Inggris.
  • Awal 1980-an: Hampir seluruh liga utama Eropa mulai mengizinkan sponsor di jersey. Klub-klub seperti A.C. Milan, Juventus FC, FC Barcelona (belakangan), dan banyak klub lainnya memperoleh pemasukan besar dari sponsor.

Menariknya, FC Barcelona justru menjadi pengecualian. Selama puluhan tahun mereka menolak sponsor komersial di bagian depan jersey karena mengusung slogan "Més que un club" ("Lebih dari sekadar klub").

Bahkan sejak tahun 2006 mereka sempat menampilkan logo UNICEF tanpa menerima bayaran untuk itu. Baru pada 2011 mereka mulai memakai sponsor komersial, yaitu Qatar Foundation.

Baca Juga: Dilema Teknologi Olahraga. Kejar Ringan dan Nyaman, Lupakan Kekuatan. Insiden di Balik Sobeknya Jersey Puma Pemain Ceko

Rekor Kontrak Logo Komersial di Jersey

Saat ini, sponsor dada jersey merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar klub, bersama hak siar televisi, penjualan tiket, penjualan merchandise, dan hadiah kompetisi.

Bagi klub-klub elite Eropa, nilai kontrak sponsor utama di dada jersey kini bisa mencapai puluhan hingga lebih dari seratus juta euro per musim, menjadikannya salah satu aset komersial paling bernilai dalam industri sepak bola.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, footiehound.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X