Cooling Break atau Hydration Break di Piala Dunia 2026 Mengubah Taktik Permainan. Kapan Pertama Kali DIberlakukan?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 22 Juni 2026 | 17:10 WIB
Cooling breaks (hydration break) yang wajib diberlakukan di Piala Dunia 2026, emngubah taktik pertandingan. (Screencapture FIFA.com)
Cooling breaks (hydration break) yang wajib diberlakukan di Piala Dunia 2026, emngubah taktik pertandingan. (Screencapture FIFA.com)

Pejuangkantoran.com - Ada satu aturan baru yang menarik dan bisa mengubah strategi permainan di Piala Dunia 2026 ini. Nama aturannya adalah hydration break atau sering juga disebut sebagai cooling break.

Hydration break (atau cooling break) adalah penghentian pertandingan sementara yang dilakukan oleh wasit agar pemain dapat minum, menurunkan suhu tubuh, dan mendapat pemeriksaan medis singkat ketika kondisi panas dianggap berisiko bagi kesehatan pemain.

Di Piala Dunia 2026 ini, peraturan ini wajib diterapkan 2 kali dalam sebuah pertandingan. Peraturan baru ini diterapkan karena suhu tinggi dan kelembapan yang berat, terutama di Miami, saat gelaran ini diadakan.

Hydratin break atau cooling break ini diperlukan karena saat bermain sepak bola, suhu inti tubuh pemain dapat meningkat tajam. Dalam kondisi panas dan lembap, risiko yang muncul antara lain dehidrasi, kram otot, penurunan konsentrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), dan sengatan panas (heat stroke)

Karena itulah FIFA dan tim medis turnamen menganggap jeda minum sebagai salah satu langkah perlindungan pemain.

Kapan Pertama Kali Diberlakukan Resmi?

Kebijakan baru FIFA yang berlaku universal untuk seluruh turnamen di Piala Dunia 2026 ini adalah sebuah perubahan terbesar dalam sejarah aturan cooling break sejak pertama kali diperkenalkan pada Piala Dunia Brasil 2014.

Pada perhelatan Piala Dunia 2014 di Brasil ini, FIFA secara resmi pertama kali meperkenalkan hydration break/cooling break. Namun saat itu bukan aturan wajib di semua pertandingan.

Cooling break pertama dalam sejarah Piala Dunia terjadi pada pertandingan babak 16 besar antara Netherlands vs Mexico pada 29 Juni 2014 di Fortaleza, Brasil.

Saat itu suhu di stadion mencapai sekitar 32–39°C sehingga wasit menghentikan pertandingan selama tiga menit agar pemain dapat mendinginkan tubuh dan minum.

Pada Piala Dunia 2014 ini cooling break hanya diberlakukan jika suhu sangat panas. Ambang batasnya adalah sekitar 32°C Wet Bulb Globe Temperature (WBGT).

Cooling break ini dilaksanakan sekitar menit ke-30 dan menit ke-75 dengan durasi sekitar 3 menit.  Waktu tersebut kemudian ditambahkan ke injury time.

Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, aturan hydration break (cooling break) ini tetap ada. Cooling break dapat diterapkan jika kondisi cuaca memenuhi kriteria medis FIFA.

Namun karena sebagian besar pertandingan berlangsung dalam kondisi yang relatif lebih sejuk dibanding Brasil 2014, penggunaannya jauh lebih terbatas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Reuters, Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X