Evolusi Jersey Sepak Bola Mulai dari Mirip Pakaian Sehari-hari Hingga yang Peduli Lingkungan Hidup

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 17 Juni 2026 | 13:27 WIB
Evolusi jersey sepak bola di Piala Dunia, mulai dari model seperti pakaian sehari-hari hingga jersey yang peduli lingkungan hidup. (Screencapture dari FIFA.com)
Evolusi jersey sepak bola di Piala Dunia, mulai dari model seperti pakaian sehari-hari hingga jersey yang peduli lingkungan hidup. (Screencapture dari FIFA.com)

Pejuangkantoran.com - Insiden robeknya jersey timnas Republik Ceko yang dipakai Pavel Sulc, saat bertanding melawan Korea Selatan menjadi bahan perbincangan yang seru di kalangan penggemar sepak bola.

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 11 Juni 2026 lalu. Saat itu, di menit ke-15, Pavel Sulc sedang duel fisik saat berebut bola dengan bek Korea Selatan, Lee Han-beom.

Jersety yang dipakai Sulc robek parah di bagian depan dan samping, sehingga membuatnya harus keluar lapangan untuk mengganti jersey Puma tersebut.

Menurut allfootballapp.com, banyak fans yang komplain dengan peristiwa ini. Insiden ini langsung memunculkan kembali perdebatan lama mengenai keseimbangan antara ringan dan nyaman versus kuat dan tahan robek dalam desain jersey sepak bola.

Jika ditarik mundur sekian ratus tahun lalu, jersey untuk bermain sepak bola sangat-sangat berbeda dari jersey saat ini yang sudah sarat dengan teknologi. Seperti apa kostum sepak bola zaman dulu, berikut evolusinya:

Baca Juga: Inovasi Teknologi Baru Pada Sepatu Bola di Piala Dunia 2026

  1. Era Awal: Wol dan Katun Berat (1860-an–1930-an)

Saat itu, tahun 1863, aturan sepak bola modern mulai dibakukan oleh The Football Association. Para pemain saat itu mengenakan pakaian yang mirip pakaian sehari-hari. Celananya pun memakai celana panjang.

Jersey dibuat dari wol tebal atau katun berat dengan kerah dan lengan panjang. Tujuannya lebih untuk membedakan tim daripada menunjang performa.

Ciri-ciri jersey saat itu berat, terutama saat terkena hujan karena menyerap banyak carian, termasuk keringat.  Selain itu bahannya kurang fleksibel.

Jangan bayangkan seperti jersey saat ini, waktu itu jersey masih polosan tanpa sponsor, logo produsen, atau nama pemain.

  1. Era Katun Ringan dan Nomor Punggung (1930-an–1950-an)

Pada periode ini, wol mulai digantikan dengan bahan katun yang lebih ringan. dengan bahan ini, jersey menjadi lebih nyaman dan celana panjang diganti dengan celana pendek. Nomor punggung mulai digunakan secara luas untuk membantu wasit dan penonton mengenali pemain.

Inovasi utama jersey di era ini adalah bahan lebih ringan, sudah ada nomor punggung dan identitas klub dan negara semakin jelas.

piala dunia 2026

Baca Juga: Stadion Azteca Meksiko, Stadion Pembuka Piala Dunia 2026 yang Terkenal dengan Terciptanya Gol Hand of God

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, allfootballapp.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X